Senin, 22 September 2014

Keluarga penumpang MH 370 pilih balik ke Indonesia

Jumat, 14 Maret 2014 22:14 WIB | 3.023 Views
Keluarga penumpang MH 370 pilih balik ke Indonesia
ilustrasi Seorang wisatawan dari Vietnam menulis pesan harapan bagi anggota keluarga dan mereka yang berada di pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH370 yang hilang, di Kuala Lumpur, Rabu (12/3). Pencarian masih terus dilakukan terhadap Boeing 777 Malaysia Airlines yang hilang sejak 8 Maret lalu dengan rute Kuala Lumpur-Beijing. (REUTERS/Samsul Said )
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Keluarga penumpang MH370 asal Indonesia yang sebelumnya didatangkan ke Malaysia sebagian besar memilih balik ke Indonesia dan tinggal satu keluarga saja yang tetap berada di negara ini.

"Tinggal satu keluarga yang masih ada di Malaysia. Sedangkan yang lainnya sudah pulang ke Indonesia," kata Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Hermono dalam perbincangan dengan kantor Berita Bernama di Kuala Lumpur, Jumat.

Barangkali, kata Hermono, pihak keluarga penumpang MH370 asal Indonesia itu tidak bisa menunggu terlalu lama karena mereka juga punya keperluan, bisnis ataupun urusan keluarga,

Namun, bila ada perkembangan mengenai penemuan pesawat MH370, maka mereka dapat kembali ke Malaysia mengingat jumlah penerbangan dari Indonesia ke Malaysia terbilang banyak dengan hanya menempuh dua jam saja.

"Sedangkan satu keluarga penumpang yang masih di Malaysia tinggal dirumah dinas saya," ungkap dia.

Mengenai perkembangan informasi, pihak KBRI Kuala Lumpur senantiasa berkoordinasi dengan pihak Malaysia dengan menempatkan petugas di Lapangan Terbang Antarbangsa Kuala Lumpur (KLIA).

Dalam pandangannya, pihak keluarga korban semakin lama mulai tampak frustasi karena sampai hari ketujuh ini belum diketahui dimana keberadaan pesawat MH370 yang hilang kontak sejak Sabtu lalu (8/3).

"Mungkin mereka sudah mulai frustasi. Sebab mereka ingin pesawat tersebut cepat ditemukan," kata Hermono.

Dalam hal ini, semua pihak terkait harus memberi perhatian yang selayaknya karena dalam keadaan frustasi maka pihak keluarga penumpang mudah marah, cemas, sensitif serta kondisi mentalnya semakin lemah.

"Rasa cemas itu muncul mengingat saudara, suami, istri, anak yang menumpang pesawat MH370 itu belum jelas keberadaannya," papar dia.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Baca Juga