Jumat, 22 September 2017

Analis ususlkan pendamping Jokowi idealnya dari parpol Islam

| 6.136 Views
Analis ususlkan pendamping Jokowi idealnya dari parpol Islam
ilustrasi Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf)
PDI Perjuangan akan lebih berpeluang berkoalisi dengan partai berbasis Islam. Sebab, akan mencerminkan peta kekuatan nasionalis-religius,"
Semarang (ANTARA Newsntara) - Analis politik Universitas Diponegoro Semarang M Yulianto menilai calon wakil presiden yang bakal mendampingi Joko Widodo idealnya dari kalangan partai politik berbasis Islam.

"PDI Perjuangan akan lebih berpeluang berkoalisi dengan partai berbasis Islam. Sebab, akan mencerminkan peta kekuatan nasionalis-religius," kata pengajar FISIP Undip tersebut di Semarang, Jumat.

Dilihat dari sejarah, kata dia, Soekarno dengan Partai Nasional Indonesia (PNI)-nya cenderung suka berkoalisi dengan kekuatan Islam untuk merepresentasikan kekuatan kaum santri dan abangan.

Menurut dia, kekuatan parpol dengan basis massa Islam sejak dulu sampai sekarang memang sangat kuat karena realitasnya mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam atau muslim.

"Sejak era 1950 kan menunjukkan kalau PNI sebagai kekuatan nasionalis cenderung berkoalisi dengan partai Islam. Bung Karno memang melihat kekuatan besar dari parpol berbasis Islam," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, PDI Perjuangan memang lebih potensial jika menggandeng tokoh dari partai berbasis Islam untuk mendampingi Jokowi pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014.

Dengan catatan, kata dia, parpol Islam yang memiliki basis massa kuat di akar rumput, semisal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki basis massa kuat di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU).

"Ya, bisa berkoalisi dengan PKB, bisa dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), bisa pula Partai Amanat Nasional (PAN). Namun, saya melihat sepertinya lebih cocok berkoalisi dengan PKB," katanya.

Dari PKB, kata dia, juga sudah muncul tokoh kuat, yakni Mahfud MD yang cukup potensial jika digandeng sebagai cawapres bersanding dengan Jokowi yang dicapreskan oleh PDI Perjuangan dalam Pilpres 2014.

"Kalau tidak Mahfud MD, bisa juga Jusuf Kalla. Keduanya kan merupakan tokoh berpengalaman dan memiliki rekam jejak yang bagus, tidak pernah berurusan dengan korupsi, dan sebagainya," katanya.

Namun, kata dia, langkah koalisi sangat bergantung dengan hasil pemilihan umum legislatif, sebab jika PDI Perjuangan menang dan memenuhi syarat mengajukan pasangan calon sendiri, tidak perlu koalisi.

"Kalau memang PDI Perjuangan nanti bisa mengajukan pasangan capres-cawapres tanpa koalisi, akan lebih menguntungkan. Tetapi, kalau harus koalisi, idealnya dengan parpol berbasis Islam," kata Yulianto.
(KR-ZLS/E005)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Komentar Pembaca
Baca Juga