Kami tidak tahu siapa yang membunuh mereka dan kenapa
Mombasa, Kenya (ANTARA News) - Seorang ulama garis keras di Kenya, Abubaker Shariff Ahmed, ditembak mati di Mombasa, Selasa, di tengah ketegangan agama yang memburuk di kota pelabuhan strategis dan pintu masuk ke Afrika timur itu.

Abubaker Shariff Ahmed, yang lebih dikenal sebagai Makaburi, adalah seorang pendukung kuat Osama bin Laden.

Ia menyebut serangan di pusat perbelanjaan Westgate di Nairobi tahun lalu, "100 persen dibenarkan". Gerilyawan Shebab yang berafiliasi dengan Al Qaida mengklaim melakukan serangan tersebut.

Makaburi juga masuk dalam daftar sanksi-sanksi PBB dan dituduh menjadi "pendukung terkemuka dan perekrut para pemuda Muslim Kenya untuk melakukan aksi kekerasan di Somalia", dan memiliki "hubungan kuat dengan para pemimpin Shebab.

Perwira senior polisi di Mombasa, Richard Ngatia mengonfirmasi bahwa Makaburi dibunuh oleh "para penyerang tidak dikenal", dan seorang pewarta AFP di kota itu melihat mayatnya.

Banyak pendukung ulama itu menuduh pihak berwenang Kenya berada di belakang serangkaian pembunuhan para anggota kelompok garis keras Muslim di Mobasa dan daerah pantai yang berpeduduk mayoritas Muslim.

Tuduhan-tuduhan itu berulangkali dibantah para pejabat.

Makaburi, yang mengenakan jubah putih, ditembak di dada. Seorang pria muda bersama dengan Makaburi juga ditembak.

"Salah satunya adalah mayat Abubaker Shariff alias Makaburi," kata Ngatia kepada wartawan dan menambahkan para anggota keluarganya telah mengidentifikasi mayat itu.

"Mereka sedang menunggu satu mobil untuk membawa mereka ketika orang-orang dalam sebuah mobil yang lewat menembak mereka. Kami tidak tahu siapa yang membunuh mereka dan kenapa. Kami akan melakukan penyelidikan," katanya.

Sementara itu, polisi melepaskan tembakan peringatan untuk mengusir para pendukung Makaburi yang marah di luar kantor polisi di tempat jenazah itu dibawa.

Mohamed Ali, yang menyebut dirinya sebagai seorang "sahabat lama Makaburi", mengatakan ia bersama dengan ulama itu sewaktu penembakan yang terjadi di dekat satu gedung pengadilan Mombasa.

Dalam satu wawancara dengan AFP bulan lalu, Makaburi mengatakan ia akan dibunuh: "Jiwa saya dalam bahaya. Mereka akhirnya akan membunuh saya. Mereka akan melakukan itu," katanya.

Pemimpin terkemuka di Masjid Musa, satu lokasi yang sering terjadi kerusuhan di Mombasa, Makaburi memperkenalkan dirinya sebagai pria sederhana yang memajukan "Islam sesungguhnya".

Ia mengatakan contoh-contoh terbaik Islam ditemukan di bagian-bagian Fallujah di Irak, di daerah-daerah Afghanistan yang dikuasai Taliban dan daerah Somalia yang dikuasai gerilyawan Shebab.

(H-RN)


Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2014