Jakarta (ANTARA News) - Peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat Dino Patti Djalal menganggap kandidat calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), sebagai saingan berat.

"Itu berat. Walaupun dalam politik Indonesia tiga bulan itu long time. Tapi saya optimistis bisa menciptakan gelombang," kata Dino saat akan menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara 18 Jalan Melati Kelurahan Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Rabu.

Dino memutuskan melepaskan jabatannya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat untuk mengikuti konvensi calon presiden Partai Demokrat mengatakan bahwa ambisinya bukan untuk menang.

"Tapi dari awal saya harus menyebarkan konsep. Masih banyak hal-hal di kepala saya yang masih saya pikirkan dan ingin saya lakukan," ujar Dino.

Dino juga menyebutkan beberapa programnya, seperti program santri global, yang ia rancang setelah mengunjungi pesantren di beberapa daerah di Indonesia.

"Banyak dari santri yang ingin belajar ke luar negeri tetapi tidak punya kesempatan. Saya ada ide mengumpulkan 100 santri dari 100 pesantren ke luar negeri lalu tinggal di rumah Diaspora Indonesia. Mereka nantinya belajar di luar negeri selama satu tahun," jelasnya.

Ia juga mengusulkan pembangunan monumen di sekitar Goa Jepang di Bukittinggi, Sumatera Barat, untuk mengenang para korban kerja paksa tentara Jepang.

"Itu untuk mengenang pengorbanan ratusan ribu romusha yang meninggal sebagai pahlawan. Masa yang ada justru patung tentara Jepang, kan aneh. Harusnya kita mengenang orang kita yang menjadi korban bukan tentara Jepang," ujar Dino.

Selain itu Dino akan melanjutkan programnya mengumpulkan tokoh yang ia sebut reformis hibrida-reformis horizontal.

Sebelumnya ia telah mengumpulkan tujuh tokoh kepala daerah yang membawa perubahan dan inovasi dengan gaya masing-masing.

"Reformis horizontal ini harus jalan terus. Nanti gelombang kedua akan dikumpulkan tujuh tokoh lagi dengan program suprementor yaitu pemimpin-pemimpin nasional yang sukses memberikan resep sukses mereka ke anak muda," katanya.

"Target terbesar yaitu forum komunitas policy community, semacam komunitas nasional pengamat, pelaku, siswa hubungan internasional. Saya melihat komunitas yang memperhatikan luar negeri sangat sedikit sekali apalagi secara mendalam dan berbobot," tambahnya.

Saat ini Dino tengah sibuk kampanye keliling Indonesia seperti melakukan tur ke Jawa Timur, Jawa Barat, dan selanjutnya akan ke Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

"Awalnya ada yang kenal dan enggak, tetapi sekarang sudah lumayan meskipun yang belum kenal dengan saya tetap ada," ujar Dino, yang mematok dana maksimal Rp2 miliar untuk modal kampanyenya.


Pewarta: Monalisa
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2014