Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi, tercatat Rp11.420 per dolar AS, menguat dibanding sebelumnya Rp11.423 per dolar.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan rupiah cenderung kembali menguat setelah Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan akan terjadi deflasi pada April.

"Proyeksi deflasi bulan April itu direspons positif oleh pelaku pasar uang sehingga nilai tukar rupiah kembali menguat," katanya.

Selain itu, lanjut dia, pelaku pasar uang juga merespons positif rencana Kementerian Keuangan yang akan memberikan insentif fiskal untuk mendorong sektor industri manufaktur agar dapat berkembang lebih maju.

"Pemerintah terus berupaya untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi dalam negeri," katanya.

Meski rupiah memiliki peluang untuk kembali menguat, kata Reza, faktor politik di dalam negeri masih membayangi apresiasi mata uang domestik terhadap dolar AS.

Selain itu, ia menambahkan bahwa pelaku pasar juga dibayangi data-data ekonomi global terutama terkait dengan pemulihan ekonomi Amerika Serikat.

"Data klaim pengangguran AS yang lebih bagus dapat membuat apresiasi mata uang rupiah cenderung tertahan," katanya.


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2014