Jakarta (ANTARA News) - General Manager PT DBL Indonesia selaku penyelenggara Liga Bola Basket Putri Nasional (WNBL) Indonesia, Massany Audri, mengatakan bergulirnya kompetisi tersebut merupakan cerminan upaya meneruskan semangat yang diwariskan RA Kartini.

"WNBL, merupakan momen untuk meneruskan semangat perjuangan Kartini, menghidupkan kembali liga profesional putri, membuktikan perempuan bisa sejajar dengan laki-laki," katanya dalam konferensi pers jelang Seri IV Jakarta WNBL 2013-2014 yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini 21 April 2014 di Jakarta, Senin.

WNBL 2013-2014 merupakan musim ketiga bergulirnya kompetisi bola basket profesional tingkat nasional bagi para atlet putri.

Pada pertama kali digelar, 2012 silam, lima tim turut ambil bagian sebagai peserta yakni Surabaya Fever, Tomang Sakti Mighty Bees Jakarta, Sritex Dragons Enduro Solo, Sahabat Wisma Sehati Semarang dan Rajawali Bandung. Fever menjadi pemenang dalam musim perdana WNBL.

Memasuki musim 2012-2013, jumlah peserta bertambah dengan kedatangan Merah Putih Predators Jakarta sebagai tim keenam.

Menariknya, Merah Putih mampu mencapai babak semifinal meskipun harus mengakui keunggulan tim yang akhirnya menjadi juara, Tomang Sakti, dalam skor akhir 54-66 di Seri Championship di Yogyakarta, Mei 2013.

Meskipun Merah Putih juga gagal memenangkan perebutan tempat ketiga WNBL 2012-2013 setelah ditaklukkan Sahabat 57-73, capaian mereka di musim pertama tersebut patut diacungi jempol.

Persaingan juga diharapkan akan semakin sengit, bukan hanya di musim ini, namun menyusul kabar ketertarikan sejumlah tim untuk ambil bagian dalam WNBL musim mendatang.

Kabar itu sempat disampaikan oleh Ketua Dewan Komisaris WNBL, Hasan Gozali, pada Januari 2014 lalu, yang menyebutkan bahwa sedikitnya sudah ada tiga tim yang mengajukan pendaftaran sebagai peserta.

Ketiga tim itu berasal dari Pontianak, Surabaya dan Jakarta.

Selain terkait dengan persaingan, bertepatan dengan Hari Kartini, "small forward" Merah Putih Helena Tumbelaka menyampaikan keluh kesahnya bahwa ia berharap WNBL di masa mendatang akan mendapatkan jadwal tanpa harus terdiskriminasi oleh Liga Putra (NBL).

"Selama ini kami main lebih pagi, ya kami sih pasrah sebetulnya, tetapi tentu berharap bisa juga nanti ada satu hari khusus buat jadwal WNBL," ujar dara kelahiran 21 tahun silam yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut.

Keluh kesah Helena segera ditanggapi oleh Massani, yang mengaku berharap suatu saat hal tersebut bisa terwujud.

"Namun sekarang belum memungkinkan ada opsi itu, sehari penuh untuk WNBL, tetapi suatu waktu hal itu pasti akan terwujud," katanya.

Sebagai informasi, pada hari pertama berlangsungnya Seri IV WNBL di Gedung Basket Hall A Senayan Jakarta, Selasa (22/4), keenam tim dijadwalkan langsung melantai yakni pukul 10:00 WIB Fever menghadapi Sritex, pukul 12:00 WIB Sahabat melawan Rajawali dan pukul 14:00 Tomang Sakti bertemu Merah Putih.

Selepas jadwal tersebut dilanjutkan tiga laga antara tim putra yang berkompetisi di NBL.


Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014