Beijing (ANTARA News) - Sedikitnya 22 orang telah tewas dan tujuh orang lagi hilang setelah hujan lebat mengguyur beberapa provinsi di Tiongkok Selatan, kata pemerintah lokal, Minggu (25/5).

Hujan badai tersebut, yang terjadi sekali setiap 100 tahun, menerjang Kota Guangzhou, Zhaoging dan Qingyuan di Guangdong dan mengakibatkan banjir, rumah amrbuk serta arus lumpur, kata dinas urusan sipil dan pemantau banjir provinsi itu.

Dari pukul 22.00 waktu setempat pada Jumat (23/5), lebih dari 140.000 orang jadi korban, 21.000 orang diungsikan dan 1.143 rumah ambruk, kata departemen urusan masyarakat di provinsi tersebut.

Sejak Rabu (21/5), hujan badai di Guangdong telah menewaskan 15 orang dan membuat lima orang hilang serta memengaruhi 800.000 orang, dengan jumlah curah hujan 628mm di Kota Shanwei.

Sebanyak 16 jalan provinsi atau nasional ditutup akibat hujan sangat lebat.

Pemerintah Provinsi Guangdong telah mengaktifkan sistem tanggap darurat dan mengirim tim kerja serta bahan bantuan ke daerah yang terpengaruh.

Hujan lebat juga mengguyur Provinsi Guizhou di Tiongkok Baratdaya, serta Provinsi Hunan dan Jiangxi di bagian selatan negeri tersebut, demikian laporan Xinhua.

Tiga orang tewas di Guizhou akibat hujan badai pada Sabtu malam dan Minggu dini hari. Curah hujan diperkirakan mencapai 145,7mm di Kabupaten Shiqian.

Di Jiangxi, hingga Minggu pukul 16.00 waktu setempat, 565.900 warga di Kota Pingxiang jadi korban banjir dan 97.100 warga setempat diungsikan.

Di Kabupaten Jiangxi, Quannan, seorang petugas pertolongan tewas setelah perahunya terbalik di sungai karena mesinnya mati saat ia sedang mencari seorang siswa sekolah menengah yang hilang.

Huja lebat mengguyur Provisi Hunan dari pukul 08.00 waktu setempat pada Sabtu (24/5), dengan curah hujan 208mm di Kota Liuyang.

Tiga orang di Kabupaten Shaodong tewas akibat hujan badai pada Minggu, termasuk seorang ibu dan putrinya yang berusaha menyelamatkan kayu dari banjir. Sebanyak 320.000 orang jadi korban banjir dan 24.000 diungsikan di kabupaten itu.

Sebanyak 1.700 hektare tanaman dan 3,2 kilometer jalan raya rusak akibat banjir di Shaodong.

Sebanyak 400.000 orang di enam kota besar jadi korban dan 16.000 orang meninggalkan tempat tinggal mereka akibat ambruknya 520 rumah, kata Markas Pertolongan Kemarau dan Pemantau Banjir Hunan.

Satu orang hanyut karena banjir di Kota Wenjia. Petugas pertolongan mengungsikan warga yang terjebak.

(C003)


Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2014