Rabu, 20 September 2017

Sekjen PBB kecam serangan-serangan di Afrika Tengah

| 7.891 Views
Sekjen PBB kecam serangan-serangan di Afrika Tengah
Pemberontak Seleka menembakkan granat berpeluncur roket (RPG) ke arah tentara Perancis di Bambar, Republik Afrika Tengah, Sabtu (24/5). Tentara penjaga perdamaian Perancis di Afrika Tengah menggunakan helikopter tempur dan mortir untuk melawan pemberontak Muslim di sebuah jembatan di kota Bambari, Sabtu. (ANTARA FOTO/REUTERS/Goran Tomasevic/ox/14.)
PBB, AS (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Ban Ki-moon mengutuk keras serangan-serangan baru-baru ini di Republik Afrika Tengah, termasuk terhadap satu gereja di ibu kota Bangui, kata juru bicaranya, Kamis.

Ban mendorong pemerintah transisi di negara itu untuk melakukan "segala sesuatu dalam arti untuk mencegah kekerasan lebih lanjut di ibu kota dan di seluruh negeri," kata Stephane Dujarric.

Dia juga meminta pemerintah untuk mengambil "langkah-langkah konkret guna menjamin bahwa para pelaku harus bertanggung jawab atas semua tindakannya."

Sekjen PBB mengimbau pasukan internasional di Republik Afrika Tengah "untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mendukung upaya tersebut," kata Dujarric menambahkan.

Ban juga mendorong para pemimpin dan mitra Republik Afrika Tengah untuk bekerja sama dengan pasukan penjaga perdamaian ke arah dialog yang bermakna, "untuk merencanakan langkah yang berkelanjutan demi perdamaian," katanya.

Satu sumber militer di lapangan mengatakan sedikitnya 15 orang, termasuk seorang pendeta, tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam bentrokan di Bangui, Rabu.

Aksi kekerasan meletus dekat gereja Our Lady of Fatima di tengah ribuan orang pengungsi yang meminta pengayoman berada di sana, menurut polisi dan sumber-sumber militer.

Negara mayoritas Kristen ini telah didera oleh serangan saling balas dendam tanpa henti antara kelompok Kristen dan kelompok gerilyawan Saleka yang merebut kekuasaan dalam kudeta yang berakhir Januari, demikian laporan AFP.

(H-AK)


Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga