PBB, AS (ANTARA News) - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa Jumat mengutuk upaya untuk membunuh calon presiden Afghanistan Abdullah Abdullah, dan menyerukan pengaturan transisi bagi pemerintah baru.

Abdullah lolos dari upaya pembunuhan ketika dua ledakan menghantam iring-iringan mobil kampanyenya di Kabul, menewaskan sedikitnya enam orang hanya beberapa hari menjelang putaran kedua pemilihan presiden hangat pekan depan.

"Para anggota Dewan Keamanan menggarisbawahi dukungan mereka untuk proses demokrasi di Afghanistan, dan memandang ke depan untuk putaran kedua pemilihan presiden serta keberlanjutan transisi tertib bagi pemerintah baru," kata mereka dalam satu pernyataan.

Mereka mengutuk serangan teroris terhadap warga sipil dan "upaya untuk mengganggu pemilu dengan menargetkan personil pemilihan, calon atau infrastruktur."

"Tidak ada aksi teroris yang bisa membalikkan jalan menuju ke arah perdamaian yang dipimpin Afghanistan, demokrasi dan stabilitas di Afghanistan, yang didukung oleh rakyat serta Pemerintah Afghanistan selain masyarakat internasional," kata pernyataan itu menambahkan.

Para anggota dewan juga menyampaikan simpati dan belasungkawa mereka kepada keluarga korban, dan kepada rakyat dan pemerintah.

Itu adalah serangan kedua yang ditujukan Abdullah selama musim pemilu di Afghanistan, yang telah melihat meningkatnya kekerasan dengan Taliban mengancam mengganggu pelaksanaan pemilu, demikian AFP.

(H-AK)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2014