New York (ANTARA News) - Harga minyak dunia turun pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena data ekonomi AS yang lemah memicu kekhawatiran baru tentang permintaan di konsumen minyak utama Amerika Serikat.

Sementara itu pasokan minyak mentah Irak tampak tak terpengaruh oleh kekerasan yang sedang berlangsung di negara tersebut.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, turun 66 sen menjadi ditutup pada 105,84 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus, turun 79 sen menjadi menetap di 113,21 dolar AS per barel di perdagangan London.

Para analis mengatakan laporan lemah pada belanja konsumen AS menimbulkan pertanyaan tentang kekuatan pemulihan ekonomi negara tersebut. Data Departemen Perdagangan menunjukkan belanja konsumen hanya naik 0,2 persen pada Mei setelah datar pada April.

Laporan ini datang setelah data Badan Informasi Energi AS pada Rabu menunjukkan penumpukan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS pekan lalu.

"Sebagai akibat dari data yang lemah dan penumpukan dalam stok minyak mentah ... para investor tiba-tiba memusatkan kembali perhatian mereka pada sisi permintaan," kata analis Fawad Razaqzada di situs perdagangan Forex.com.

"Mereka menyadari bahwa permintaan tidak cukup kuat untuk membenarkan harga minyak pada tingkat yang tinggi."

Pedagang juga terus mengawasi gejolak di Irak, di mana pasukan Irak meluncurkan serangan udara dengan helikopter bertujuan membuka jalan untuk merebut kembali Tikrit yang dikuasai para militan, sementara sebuah bom bunuh diri di sebuah daerah mayoritas Syiah di Baghdad menewaskan 19 orang.

Meskipun terjadi kekerasan, "ketegangan di pasar minyak berkurang karena indikasi bahwa produksi dan ekspor dari ladang minyak selatan (Irak) belum terganggu," kata catatan analis energi dari Citi Futures, Tim Evans.

Pedagang juga menilai kembali laporan berita pada Selasa sore yang mengatakan AS telah mengizinkan ekspor pertama minyak yang belum dimurnikan dalam hampir empat dekade terakhir, ketika memberi lampu hijau penjualan minyak ultra-light, minyak yang diproses secara minimal dikenal sebagai kondensat, kepada pembeli asing.

Para analis mengatakan keputusan AS dapat mengindikasikan pembalikan larangan AS tentang ekspor minyak mentah WTI dan patokan lainnya. Laporan ini telah membantu mengangkat harga minyak pada Rabu.

Tetapi kemunduran harga minyak pada Kamis menunjukkan dampak langsung dari keputusan kebijakan AS pada kondensat "tampak telah berjalan dengan sendirinya," kata Evans. Demikian laporan AFP.

(Uu.A026)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014