Pekanbaru (ANTARA News) - Perusahaan penerbangan plat merah Garuda Indonesia menyatakan dengan tegas bahwa tidak benar maskapai tersebut meninggalkan biro perjalanan atau travel agen di Riau dengan membangun jaringan penjualan tiket ke daerah dan aktivitas tersebut mendapat kecaman dari beberapa asosiasi perusahaan.

"Intinya, tidak benar kita (Garuda) mau jalan sendiri. Tidak benar juga, kalau Garuda ingin meningalkan mereka (travel agen)," ujar General Manager Garuda Indonesia Branch Office Pekanbaru Mohammad R Pahlevi di Pekanbaru, Ahad.

Menurutnya, maskapai tersebut mempunyai masalah yang serius dimana dalam sembilan bulan terakhir atau sejak bulan Oktober tahun 2013 sampai sekarang ini perusahaan yang memiliki kantor pewakilan di Pekanbaru itu terus merugi.

Tidak hanya dari sisi volume maskapai atau penumpang yang menaiki perusahaan penerbangan tersebut, maupun dari sisi harga yang dijual kepada seorang penumpang Garuda baik di Pekanbaru atau sebaliknya dari daerah asal dan tujuan.

"Kalau kita bertahan seperti itu terus, mungkin Garuda tidak hanya mengurangi frekuensi, tetapi akan tutup. Apakah ini yang kita diinginkan, kan tidak. Intinya kalau terpenuhi yang kita inginkan dari travel agen, kan kita semua yang untung," katanya.

Pihaknya tidak ingin lagi membuat promosi di Riau khususnya di Kota Pekanbaru karena dengan promosi yang dilakukan, maskapai tersebut mengeluarkan sejumlah biaya dan targetnya belum tentu tercapai.

"Kita bersama travel agen sepakat untuk penyegaran. Mungkin selama ini ada yang salah dalam berkomunikasi dan travel agen saya bilang sebagai sahabat Garuda atau channel distribution. Saya siap apapun masukannya yang diberikan, selama itu untuk membangun Garuda," ucapnya.

Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Riau sebelumnya mengancam akan meninggalkan maskapai plat merah Garuda Indonesia karena perusahaan penerbangan itu sedang membangun jaringan penjualan tiket maskapai tersebut hingga ke daerah.

"Ketika Garuda tidak lagi ramah dan memiliki itikad yang baik dalam melakukan kerjasama dengan travel agen, maka perusahaan biro perjalanan punya cara sendiri untuk meninggalkan mereka," tegas Ketua Asita Riau, Ibnu Masud.

Menurutnya, dalam beberapa bulan terakhir perusahaan penerbangan yang berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut terlihat mulai meninggalkan travel agen, terutama para anggota Asita di Indonesia.

Garuda mulai membangun jaringan khusus untuk penjualan tiket maskapai tersebut pada rute domestik maupun rute internasional dan sedang mengalami tren penjualan tiket terutama sampai di kantor perusahaan penerbangan itu yang berada di daerah.

Dampaknya sekarang load factor atau tingkat isian penumpang Garuda yang berada di daerah terutama di Riau khususnya Kota Pekanbaru, jauh menurun atau menjadi tidak penuh terutama untuk rute domestik.

"Travel agen merasa diabaikan Garuda. Kalau mereka tidak ubah sikapnya terhadap travel agen maka kami akan mengalihkan penumpang dengan harga jauh lebih murah," katanya.

(M046/M027)

Pewarta: M Said
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014