Washington (ANTARA News) - Penumpang pesawat yang tidak menghidupkan telepon genggam atau piranti lain elektronikanya tidak akan dapat membawa peralatan itu dalam penerbangan, kata pejabat Amerika Serikat, Minggu.

Langkah itu diambil sebagai bagian dari upaya baru keamanan, kata pihak berwenang Amerika Serikat.

Pelancong dari Eropa dan Timur Tengah telah menghadapi pemeriksaan keamanan bandara yang ketat dalam beberapa hari terakhir atas kekhawatiran bahwa kelompok yang terkait Al-Qaeda telah mengembangkan bahan peledak baru yang dapat disembunyikan dalam pesawat tanpa terdeteksi.

Pemeriksaan itu dipusatkan pada barang-barang elektronik seperti komputer jinjing dan telepon selular, yang memicu kekhawatiran bahwa para gerilyawan seperti Al-Qaeda dapat menggunakan alat-alat itu sebagai taktik terbaru dalam kampanye serangan pada pesawat terbang.

"Selama pemeriksaan keamanan, petugas juga akan meminta pemilik untuk menyalakan beberapa piranti, termasuk telepon selular," kata Otoritas Keamanan Transportasi Amerika Serikat (TSA) dalam pernyataan, dengan menambahkan bahwa semua peralatan elektronik yang diperiksa dicatat oleh petugas keamanan.

"Perangkat yang tidak berdaya (gagal dinyalakan) tidak akan diizinkan dibawa ke dalam pesawat udara. Pelancong mungkin juga akan mengalami pemeriksaan tambahan," tambahnya.

"TSA akan melanjutkan untuk menyesuaikan langkah-langkah keamanan guna memastikan bahwa para pelancong memperoleh jaminan keamanan penerbangan yang dilakukan senyaman mungkin," katanya.

Namun tidak jelas apakah upaya keamanan terbaru itu hanya diperuntukkan bagi pelancong di bandara Amerika Serikat atau orang-orang yang ada dalam penerbangan Amerika Serikat juga akan terpengaruh, tetapi BBC melaporkan bahwa Bandara London Heathrow adalah satu di antara bandara non Amerika Serikat yang juga melaksanakan peraturan keamanan baru itu, demikian AFP.

(G003)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2014