Karimun (ANTARA News) - Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, telah menyalurkan zakat mal atau zakat harta sebesar Rp650 juta dalam dua tahap selama tahun 2014.

"Tahap pertama, pada akhir April, kami salurkan Rp300 juta, sedangkan tahap kedua pada Minggu (20/7) sebesar Rp350 juta," kata Ketua Baznas Karimun H Atan HS di Tanjung Balai Karimun, Senin.

Atan mengatakan dana zakat periode kedua diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Karimun Aunur Rafiq di Masjid Agung Karimun, khusus untuk penerima zakat yang berdomisili di Kecamatan Karimun, Meral, Meral Barat dan Tebing.

"Jumlah penerima zakat periode kedua 978 orang, seperti fakir, miskin dan seterusnya, sesuai dengan asnaf delapan," kata dia.

Dalam ajaran Islam, jelas dia, orang yang berhak menerima zakat dikenal dengan asnaf delapan, yaitu fakir, miskin, muallaf atau pemeluk baru agama Islam, amil atau orang yang bertugas mengelola dan memungut zakat, fi sabilillah atau orang yang berjuang di jalan Allah seperti imam atau bilal masjid, ibnu sabil atau musafir, Arriqab atau orang yang terbelenggu atau hamba sahaya dan ghorimin atau orang yang berhutang.

Besar dana zakat yang disalurkan senilai Rp300.000 per orang, terdiri atas sembako seharga Rp100.000 dan uang tunai Rp200.000.

"Kita berikan uang tunai agar mereka dapat mempergunakannya untuk membeli kebutuhan menjelang Lebaran," kata dia.

Menurut Atan, penyaluran zakat tahun 2014 masih akan dilanjutkan pada periode ketiga pada Desember mendatang.

Ia memprediksi nilai zakat yang disalurkan pada periode kedua lebih banyak daripada periode pertama dan kedua, bahkan ia memperkirakan dana zakat yang dihimpun tahun ini lebih banyak dibandingkan 2013 yang mencapai Rp1,6 miliar.

"Kami perkirakan pada periode ketiga mencapai Rp500 juta lebih, dan mudah-mudahan zakat yang terkumpul tahun ini lebih banyak dari tahun lalu. Tahun lalu saja, zakat yang diserahkan masjid-masjid mencapai Rp104 juta, dan tahun ini sudah melampaui angka itu," kata dia.

Wakil Bupati Aunur Rafiq ketika menyerahkan zakat secara simbolis mengatakan, zakat yang disalurkan diharapkan dapat membantu warga tidak mampu untuk membeli kebutuhan Lebaran.

"Sudah menjadi kewajiban bagi yang mampu untuk memperhatikan mereka yang kurang beruntung, salah satunya dengan menunaikan zakat. Apalagi dalam menyambut Lebaran yang tidak hanya dirayakan orang yang berada, tetapi seluruh umat Islam tanpa terkecuali," tuturnya.

Zakat, menurut dia, jika dikelola dengan baik sangat strategis dalam membantu pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan.

Di Karimun, tutur dia, berdasarkan data BPS 2013, angka kemiskinan mencapai 14.800 atau 4,6 persen dari total jumlah penduduk.

"Dengan penyaluran zakat untuk 978 orang itu, maka pemerintah sangat terbantu, angkanya sekitar 20 persen dari total penduduk miskin berdasarkan data BPS. Tentunya penyaluran zakat di kecamatan lain turut membantu pemerintah dalam membantu penduduk miskin," tuturnya.

Sementara itu, Darsih salah seorang warga Kolong, Kecamatan Karimun mengaku sangat terbantu dengan zakat yang ia terima.

"Terus terang, sebelumnya saya pusing mau dapat uang darimana buat beli kebutuhan Lebaran. Saya bersyukur sekali, sembako yang saya terima bisa untuk kebutuhan sehari-hari, dan uang untuk beli baju anak-anak," katanya.

(KR-RDT/F002)

Pewarta: Rusdianto
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014