Sekitar 40 Perusahaan Masih Tunda Pemberian THR

Senin, 16 Oktober 2006 18:03 WIB | 334 Views

Jakarta (ANTARA News) - Sekitar 40 perusahaan yang bergerak di bidang pertekstilan, garmen dan sepatu di Indonesia masih menunda pembayaran tunjangan hari raya (THR) karena masalah teknis, kata Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional (SPN), Bambang Wirahyoso.

"Mereka berjanji akan membayarkan THR mulai hari ini. Batas yang diberikan yaitu sampai Kamis (19/10). Menurut peraturan menteri, THR seharusnya telah diberikan dua minggu sebelum lebaran tetapi diberikan toleransi paling tidak satu minggu sebelum lebaran," katanya ketika ditemui di kantor Dewan Perwakilan Pusat (DPP) SPN, di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan penundaan tersebut telah melalui proses pembicaraan sebelumnya antara pekerja dengan pengusaha.

"Kalau memang sudah ada toleransi dan sudah ada jaminan dari perusahaan bahwa akan dibayarkan maka tidak apa-apa. Tetapi kami khawatir bila THR tersebut diberikan pada hari Kamis karena bank belum tentu dapat melayani penarikan uang dalam jumlah besar," katanya.

Apabila batas waktu pemberian THR yang telah disepakati (Kamis 19/10) itu dilanggar, maka KSPN melalui tim advokasinya akan melaporkan pada dewan pengawas, katanya.

Bambang mengatakan persoalan tersebut akan diselesaikan melalui jalur hukum. Meskipun ia mengakui penyelesaian melalui jalur hukum akan membutuhkan waktu yang lama. Oleh sebab itu pemerintah perlu terjun langsung untuk menyelesaikannya.

"Karena ini adalah kasus khusus, maka pemerintah harus tegas memberikan sanksi. Mengapa kasus khusus, karena ini adalah masalah THR yang harus diberikan sebelum Hari Raya Idul Fitri," katanya.

Pemerintah diharapkan segera tanggap bila ada pengaduan dari serikat pekerja tentang penundaan pembayaran THR yang melebihi batas waktu atau melanggar kesepakatan, katanya.

"Pemerintah memiliki otoritas, kalau memang ada pengaduan maka pemerintah harus segera memanggil perusahaan tersebut dan menekan mereka untuk membayar. Pemerintah harus melakukan tindakan nyata," katanya.

Disinggung mengenai kemungkinan akan ada demo pekerja bila THR tidak segera dibayar, Bambang mengatakan hal tersebut dapat saja terjadi.

Bila dengan adanya demo tersebut, pemerintah dapat segera menyelesaikan maka tidak ada masalah. Tetapi kalau tidak ada solusi maka akan sia-sia, katanya.

Dari 417 serikat pekerja perusahaan yang menjadi anggota SPN, mayoritas perusahaan tersebut telah membayarkan THR, sedangkan 10 persennya mengalami penundaan hingga Kamis (19/10).(*)

Editor: Bambang

COPYRIGHT © 2006

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Ekonom optimistis Jokowi tidak pragmatis

Ekonom optimistis Jokowi tidak pragmatis Ekonom Indonesia Faisal Basri menyatakan optimis bakal calon presiden (capres) dari PDIP, Joko Widodo (Jokowi) jika ...

Ikatan Apoteker tegaskan JKN perlu didukung obat berkualitas

Ikatan Apoteker tegaskan JKN perlu didukung obat berkualitasIkatan Apoteker Indonesia (IAI) menilai bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) harus didukung oleh penggunaan ...

LIPI dirikan Rumah Kantung Semar di Cibodas

LIPI dirikan Rumah Kantung Semar di CibodasUnit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Konservasi Tumbuhan (BKT) Kebun Raya Cibodas selaku satuan kerja Lembaga Ilmu ...