Medan (ANTARA News) - Masyarakat diminta mewaspadai diare yang rentan menjangkit pasca-Lebaran akibat makan sembarangan sementara pencernakan masih butuh adaptasi setelah sebulan dalam rutinitas pola puasa.

"Setelah berpuasa sebulan penuh, tentunya perlu adaptasi bagi perut kita untuk kembali normal seperti biasa, kalau makan sembarangan akan berdampak pada diare," kata dokter Zuliardi di Medan Kamis.

Ia mengatakan berdasarkan pengalaman-pengalaman tahun sebelumnya, masyarakat yang menderita diare cenderung meningkat, bukan hanya anaka-anak namun juga orang dewasa akibat tidak dapat mengatur pola makan.

Hal itu terjadi karena lambung yang sudah terbiasa berpuasa pada siang hari, tiba-tiba harus diisi melebihi biasanya dan makanan yang dikonsumsi juga cenderung yang bersantan dan pedas.

"Porsi makan yang meningkat dan berlebihan itulah yang juga bisa menyebabkan gangguan pada lambung, jadi harus bertahap sampai kondisi lambung kembali normal seperti biasa," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, agar tidak terkena diare maupun penyakit lainnya seperti hipertensi, masyarakat sebaiknya mengendalikan diri dan tidak terlalu memaksakan diri makan terlalu banyak, sehingga lambung tidak kaget.

"Bukankah setelah Lebaran masih ada puasa enam hari pada bulan Syawal. Jadi intinya memang kita harus dapat mengontrol selera, jangan memaksakan diri memakan semua yang terhidang, kalau tidak mau terkena penyakit," katanya.

Pewarta: Juraidi
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2014