Malang (ANTARA News) - Lima masjid di Kota Malang, Jawa Timur, sedang dalam pantauan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat karena terindikasi sebagai tempat menyebarkan radikalisme.

Ketua FKUB Kota Malang Sudjoko Santoso mengatakan aliran radikal yang disebarkan termasuk faham yang disebarkan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).  Kebanyakan masjid berada di lingkungan kampus dan tempat kos mahasiswa.

"Mahasiswa memang menjadi sasaran utama penyebaran aliran Islam radikal, sehingga kegiatan dan aktivitasnya harus terus kita pantau agar tidak sampai terjerumus, termasuk kegiatan yang dilakukan di masjid," tegasnya.

Kelima masjid ada di Kecamatan Lowokwaru.

FKUB mengaku mendapat laporan dari masyarakat dan ketika dicek, awalnya hanya perkumpulan mahasiswa, namun arah pembicaraannya politik dan Islam garis keras.

FKUB menyatakan terus berkoordinasi dengan polisi guna menangkal aliran ISIS di kota ini.

"Kami bersama TNI dan kepolisian terus melakukan pemantauan, khsusunya di titik-titik yang diduga rawan sebagai lokasi penyebaran aliran Islam garis keras, termasuk ISIS," tandasnya.

Namun belum lama ini Komandan Korem 083 Baladhika Jaya Kolonel (Arm) Totok Imam Santoso  memastikan wilayah Malang steril dari ISIS.

"Namun demikian, TNI tetap akan meningkatkan fungsi intelijen untuk menjalin komunikasi dengan semua elemen. Peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) di masyarakat juga semakin diaktifkan, bahkan kalau ada kelompok masyarakat yang gerak-geriknya mencurigakan, segera laporkan pada kepolisian," tegasnya.



Pewarta: Endang Sukarelawati
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2014