PBB (ANTARA News) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada Jumat (22/8) mengutuk "dengan sekeras-kerasnya" serangan terhadap satu masjid di Irak Timur, dan menyeru semua pemimpin politik agar bersatu dan menahan diri dari sektarianisme.

"Serangan terhadap tempat orang beribadah sepenuhnya tak bisa diterima dan dilarang berdasarkan hukum internasional," kata Sekjen PBB di dalam satu pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicaranya.

Sedikitnya 32 orang tewas dan 12 orang lagi cedera pada Jumat pagi, setelah beberapa pria tak dikenal yang bersenjata menyerang satu tempat ibadah selama Shalat Jumat di daerah Bani Weis di Provinsi Diyala, Irak Timur.

Di dalam pernyataan itu, Ban menyampaikan belasungkawanya kepada keluarga korban, demikian laporan Xinhua. Ia menyampaikan keprihatinan yang mendalam mengenai dampak kerusuhan sektarian pada situasi keamanan yang sudah kacau di negeri tersebut.

Ia juga menyuarakan keprihatinannya mengenai dampak serangan semacam itu terhadap proses politik, yang bertujuan membentuk pemerintah persatuan yang mampu menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok bersenjata, Negara Islam (IS).

"Ia mendesak semua pemimpin politik agar bersatu dan menyeru konstituen mereka agar menahan diri dari sektarianisme dan memberi proses politik kesempatan."

Sekjen PBB tersebut, yang menggarisbawahi bahwa "serangan sektarian dan serangan-balasan hanya menguntungkan musuh Irak", menyeru "semua pihak di Irak guna menjamin bahwa serangan itu diselidiki secara layak dan para pelakunya dimintai pertanggungjawaban".

(Uu.C003)

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2014