Beijing (ANTARA News) - Tiongkok pada Sabtu menyebut kritik Amerika Serikat atas salah satu pesawat tempurnya yang terbang dekat satu pesawat patroli Angkatan Laut AS di lepas pantai Tiongkok awal pekan ini "sama sekali tak berdasar" dan menyatakan pilotnya tetap menjaga jarak aman dari pesawat AS itu.

Pernyataan keras tersebut yang dikeluarkan juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Yang Yujun merupakan tanggapan atas keluhan diplomatik Pentagon yang ditujukan kepada Beijing pada Jumat.

Keluhan itu terkait dengan peristiwa 19 Agustus sekitar 215 kilometer sebelah timur Pulau Hainan, Tiongkok. Saat itu satu pesawat tempur Tiongkok terbang dengan penuh bahaya dekat satu pesawat patroli Angkatan Laut AS P-8 Poseidon yang sedang dalam misi patroli rutin, kata AS. Pesawat Tiongkok itu melakukan manuver di sekitarnya.

Dalam pernyataanya, Kemhan Tiongkok menyatakan jet J-11 sedang melakukan pengecekan rutin dan melukiskan aksi-aksi pilot tersebut profesional.

Misi-misi pengintaian jarak dekat yang sering dilakukan pesawat AS mengancam keselamatan militer kedua pihak, katanya.

AS didesak untuk mengurangi misi jarak dekat terhadap Tiongkok dan menghormati hukum dan konvensi internasional.

"Kami menyatakan sangat cemas kami kepada Tiongkok tentang aksi yang tidak aman dan tidak profesional itu, yang menimbulkan risiko bagi keselamatan dan nyawa awak pesawat, dan itu tidak sesuai dengan peraturan hukum internasional," kata juru bicara Pentagon Laksamana Muda John Kirby dalam satu jumpa wartawan di Washington Jumat.

Tindakan itu merusak usaha-usaha untuk meningkatkan hubungan AS dengan militer Tiongkok, katanya.

Pesawat tempur Tiongkok itu terbang dekat pesawat pengintai itu sebanyak tiga kali, terbang di bawah pesawat AS, hidung P-9 dan kemudian paralel dengan ujung sayap, kurang dari sembilan meter jauhnya, katanya.

Mendekati pesawat P-8, jet Tiongkok itu meluncur dengan cepat, agaknya untuk memamerkan senjata-senjatanya, katanya.

Jet Tiongkok terbang "sangat, sangat dekat, sangat berbahaya," tambah Kirby.

Wilayah udara Pulau Hainan adalah lokasi satu insiden internasional April 2001, ketika satu jet tempur Tiongkok bertabrakan dengan satu pesawat mata-mata Angkatan Laut AS EP-3.

Tabrakan tersebut menyebabkan seorang pilot Tiongkok tewas dan memaksa pesawat AS itu melakukan pendaratan darurat di Hainan. Pihak berwenang Tiongkok pada awalnya menahan awak AS itu. Demikian laporan AFP dan Reuters.

(Uu.M016)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014