New York (ANTARA News) - Saham-saham di Wall Street berakhir sedikit lebih rendah pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena meningkatnya kekhawatiran tentang ketegangan baru antara Ukraina dan Rusia melebihi sejumlah data ekonomi AS yang menggembirakan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 42,44 poin (0,25 persen) menjadi ditutup pada 17.079,57, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq turun 11,93 poin (0,26 persen) menjadi 4.557,69, lapor AFP.

Sementara indeks S&P 500 mundur dari rekor penutupan Rabu, merosot 3,38 poin (0,17 persen) menjadi berakhir di 1.996,74.

Indeks-indeks jatuh ke posisi terendah mereka pada pagi hari, ketika saham-saham tertekan oleh berita bahwa pasukan Rusia berada di dalam wilayah Ukraina membantu mendukung separatis pro-Kremlin yang telah berperang melawan pemerintah Kiev sejak April.

NATO mengatakan sedikitnya 1.000 tentara Rusia berada di tanah Ukraina. Namun Moskow menegaskan tidak ada tentaranya berada di tanah Ukraina.

Volume perdagangan tipis, dengan hanya 479 juta saham berpindah tangan di lantai NYSE, penghitungan terendah tahun ini, menurut Briefing.com.

"Kurangnya aktivitas mencerminkan preferensi untuk mengambil sikap berada di luar pasar menjelang libur akhir pekan tiga hari yang bisa membawa perkembangan baru pada bidang geopolitik," katanya.

Ketegangan di Ukraina meredupkan berita ekonomi positif AS. Departemen Perdagangan mengatakan ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan 4,2 persen dalam kuartal kedua, merevisi naik perkiraannya pada Juli untuk pertumbuhan 4,0 persen.

Klaim baru untuk manfaat asuransi pengangguran, tanda laju PHK, membaik, dan penjualan "pending home" (rumah yang pengurusannya belum selesai) naik pada Juli ke tingkat tertingginya dalam hampir setahun.

Komponen Dow, JPMorgan Chase, turun 0,7 persen. Bank terbesar AS berdasarkan aset ini mengatakan pihaknya bekerja sama dengan FBI dalam penyelidikan serangan siber terhadap beberapa lembaga keuangan AS.

Perusahaan kartu kredit Visa menjadi pencetak penurunan (decliner) terbesar di Dow, jatuh 1,2 persen.

GlaxoSmithKline naik 0,4 persen karena laporan-laporan vaksin Ebola-nya sedang cepat dilacak untuk percobaan manusia.

Kelas berat Nasdaq, Apple, naik tipis 0,1 persen setelah mengirimkan undangan rahasia untuk acara 9 September di tengah rumor raksasa teknologi itu akan meluncurkan iPhone baru.

Dollar General naik 0,8 persen setelah melaporkan penjualan kuartal kedua fiskal cenderung terus lebih tinggi. Jaringan toko diskon ini juga menegaskan komitmennya untuk membeli Family Dollar, yang menolak penawarannya 9,7 miliar dolar AS pada pekan lalu. Saham Family Dollar datar.

Abercrombie & Fitch terpukul setelah jaringan toko pakaian remaja ini melaporkan penjualan kuartal keduanya turun enam persen. Saham Abercrombie & Fitch jatuh 4,8 persen.

Harga obligasi diperdagangkan lebih tinggi. Imbal hasil pada obligasi 10-tahun pemerintah AS merosot menjadi 2,34 persen dari 2,36 persen pada Rabu, sementara pada obligasi 30-tahun turun menjadi 3,08 persen dari 3,11 persen. Harga dan imbal hasil obligasi bergerak terbalik.


Penerjemah: Apep Suhendar

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2014