Serang (ANTARA News) - Gula aren hasil olahan petani di Provinsi Banten telah menembus pasar Australia dan Belanda dengan volume ekspor mencapai 20--30 ton per bulan.

"Gula aren yang diekspor tersebut merupakan hasil pengolahan petani di Kabupaten Lebak," kata Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten, E Supriadi, di Serang, Selasa.

Gula aren yang dikirim ke Australia itu, lanjut dia, merupakan gula semut atau kristal, jadi bukan dalam bentuk "batokan" seperti gula merah pada umumnya.

Pemprov Banten, kata dia, terus mendorong petani perajin gula aren untuk meningkatkan produksi dan mempertahankan kualitas sehingga bisa eksis dijual di luar negeri.

"Kita harapkan ke depan tidak hanya ke Australia, tapi juga negara lain, dan itu bisa saja yang penting kualitasnya dijaga serta produksi ditingkatkan," ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi, menyatakan jumlah perajin pembuat gula aren di daerah itu mencapai 5.815 unit dengan omzet mencapai Rp96,65 miliar per tahun.

"Gula aren merupakan salah satu sumber ekonomi masyarakat dan menjadi komoditi andalan Lebak, maka kami terus mendorong agar terus berkembang," katanya.

Pertumbuhan usaha kerajinan gula aren, kata dia, sangat menjanjikan dan bisa menyerap ribuan tenaga kerja lokal, dan saat ini permintaanya terus meningkat.

"Permintaan terus meningkat, baik dari pasar domestik maupun mancanegara, dengan penjualan mencapai puluhan ton per bulan," ujarnya.

Pembeli gula aren, lanjut dia, selain warga Lebak juga dari Jakarta, Tangerag, Serang dan Bogor. Untuk ekspor ke Australia dan Belanda.

Wawan menjelaskan gula aren Kabupaten Lebak masuk kategori terbaik di tingkat nasional, dengan beberapa kelebihan, diantaranya bahan baku ogranik, tahan lama, beraroma dan rasanya sangat manis.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Lebak Kosim Ansori mengatakan perajin gula aren tersebar di beberapa kecamatan, yakni Cijaku, Sobang, Panggarangan, Cigemblong, Cibeber, Cigemblong, Cihara, Cipanas, Lebakgedong, dan Leuwidamar.

"Gula aren merupakan usaha unggulan non-hasil hutan, dan menjadi perhatian utama kita untuk terus dikembangkan," katanya.

(S031)

Pewarta: Sambas
Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2014