London (ANTARA News) - Bagi peragawati Indonesia melangkah di atas catwalk London Fashion Week (LFW) merupakan impian dan mungkin menjadi puncak karir seorang peragawati dimana pun -- tidak terkecuali bagi Putri demikian Putri Sulistyowati biasa disapa rekan-rekannya di dunia modeling.

Pada Fashion International Show London Fashion Week S/S 2015 yang digelar di The Royal Horseguards Hotel, London, wanita kelahiran 10 Januari 1991 dengan tinggi badan diatas rata rata wanita Indonesia 178 cm - membawakan busana rancangan Valdini Angels, Lenie Boya, dan Sharon M Osborne.

"Super excited," ujar Putri, yang tengah menuntut ilmu di Kingston University London, studying MSc in Historic Building Conservation kepada Antara London, akhir pekan.

Akhirnya aku jalan juga di LFW walaupun cuma sekali show, tapi ini awal dari segalanya, ujar putri ketiga dari tiga saudara pasangan Haryo Sasongko dan Prastati Sasongko, usai perhelatan akbar dunia modeling London.

Keberadaan Putri di London, tidak sekedar menyalurkan hobby sebagai peragawati profesional melainkan untuk melanjutkan studinya sebagai seorang arsitek tamatan Universita Trisakti .

Tujuan utama Putri adalah menuntut ilmu di Kingston University London, namun ia tidak menutup diri - justru London sebagai salah satu kota mode dunia selain Paris, Milan, Putri mulai membuka mata dan berpikir untuk tidak membiarkan dunia modelling berhenti begitu saja.

Apalagi kedua orangtuanya selalu mengajari sekolah menjadi nomer satu bahkan dulu ayahbunda Putri sudah merencanakan agar sang putri melanjutkan kuliah S2 di luar negeri, karena merasa khawatir keterlibatan Putri di dunia modeling Indonesia melangkah terlalu jauh.

"Bisa dibilang aku bangga dengan pencapaian aku ketika lagi naik di bidang modelling, sekolah tidak ketinggalan," ujar penyuka parfum LOVE by Moschino yang punya hobby art, main piano, gambar, koleksi barang-barang vintage dan senang mendaur ulang barang yang bisa dipakai untuk interior.


Dunia Modeling

Bercerita tentang dunia. modeling, Putri menyebutkan awalnya ia ikut kursus modelling di OQ modelling Wijaya yang sekarang sudah tutup, ketika usia 18 tahun lulus SMA, tahun 2009, karena postur tubuhnya terlihat bungkuk dan merasa tidak punya kepercayaan diri.

Menurut Putri, justru sang Ibu yang menyarankannya , "I didnt really have the picture about being a model actually, karena self esteem yang sangat rendah. I was really unattractive when I was in elementary school and junior high," ujar Putri.

Diakuinya tubuhnya sangat tinggi dan dengan kulit gelap kurang cocok sebagai model. "Namanya juga umur-umur pertumbuhan dan ia merasa, growing up wasnt really a fav part of life of mine," ujar Putri. Pada saat itu Putri memfokuskan di bidang seni. "I love oldies, aku suka menggambar dan ngelukis."

Ia dulu suka bikin komik dan melukis sepatu. Ketika di sekolah modelling, percaya dirinya mulai bangkit. Mulai merasa diterima dan guru-guru mengakui Putri punya potensi yang besar.

Sampai akhirnya lulus dan mencoba "my luck" untuk casting berjalan di atas catwalk. Kebetulan saat casting Putri bertemu dengan Scouters, orang yang mencari talent baru untuk agency di tahun 2010 dan mereka pun tertarik dengan penampilan Putri.

Putri merasa bahagia namun, masih belum yakin dengan dunia modeling 100 persen baru pada tahun 2010 Putri masuk Look Models yang percaya akan potensinya.

"Namanya juga baru masuk ke dunia model, rasanya nggak afdol kalau belum pernah jatuh ke lubang. Pernah ada casting pertama kali di OQ modelling tahun 2009 bersama rekannya mendapat job show ternyata show selesai tidak dibayar," ujar Putri yang mengangap hal itu bagian dari pengalaman .

Sejak itu Putri mulai menyadari dunia modelling adalah dunianya, "being tall is a gift!" Meskipun banyak juga peragawati yang lebih tinggi darinya seperti Paula, Laura, namun tinggi Putri diatas rata-rata 178 cm, sementara model Indonesia 172-175 cm.

Pada saat casting "beneran" tahun 2010, karir Putri bisa dibilang karirnya cukup cepat. Dari yang bukan apa-apa sama sekali, tahun 2012 langsung menjadi cover di majalah dan tiap bulan wajahnya tidak pernah absen di majalah. Sementara kuliahnya di Trisakti lagi banyak-banyaknya tugas.

Belum lagi Jakarta Fashion Week, yang membuatnya harus absen selama seminggu ditambah lagi terserang typus selama seminggu. Akibatnya banyak pelajaran yang ketinggalan tapi akhirnya dapat diselesaikannya.

Selama modelling, Putri pernah memperagakan busana rancangan Biyan, Itang Yunasz, Barli Asmara, Priyo Oktaviano, Toton, Sapto Tjokokartiko, Bisa dibilang hampir semua disainer dan event besar seperti JFW, IFW, IPMI, APPMI pernah dijalaninya.

"Untuk designer Indonesia aku suka Biyan, dan designer muda lainnya. Untuk luar ia suka Burberry!", ujar Putri yang sekarang menetap di London, dan mengakui Burberry melambangkan ciri khas London .


FM London

Saat di tanah air, Putri pernah mengirimkan portfolios ke FM London Agency dan mereka pun suka dengan penampilan Putri. "Sebenarnya tidak hanya apply ke FM London, Putri juga mendapat respon dari Storm London agencynya Kate Moss, Elite London, dan beberapa agency lainnya.

FM London, menawarkan kepada Putri untuk ikut tampil di Fashion International Show di London Fashion Week S/S 2015. "Super excited karena akhirnya aku jalan juga di LFW walaupun cuma sekali show, tapi ini awal dari segalanya," ujar Putri.

Reaksi pun datang termasuk dari tanah air Indonesia yang sangat hebat justru di London sendiri, "Mereka langsung mencari tahu keberadaan model asal Indonesia. Hebatnya lagi karena teknologi yang semakin maju, di social media pun foto yang diposting saat ia ikut LFW, mendapat sambutan yang luar biasa."

"So far, I love being a model. Rejection is sad, namun bagi Putri ia harus percaya bahwa dirinya memang beda. Jadi tidak setiap pekerjaan akan diterima. Kalau di Inggris, were very diverse. Semua ras ada, sehingga kemungkinan untuk fit in malah lebih besar ketimbang di Indonesia, karena merasa lebih diterima dan setiap penampilan ada tempatnya."

Menurut Putri tadinya ia sangat minder, tapi sekarang malah menggunakan apa yang dulu dipikir adalah kekurangan justru menjadi kelebihan. Buktinya orang menerimanya apa adanya. Berbicara mengenai Stylenya, Putri mengakui biasanya agak boho, pake rok warna warni kadang, kemeja loose, dan sekarang sering pake jeans boots sama sweater.

Putri selalu ingin tahu tentang sejarah, asal muasal sesuatu. Apalagi dikota baru negara baru seperti London, makanya excited pindah ke London dan pas ikut LFW sangat senang meskipun merasa khawatir karena sistemnya beda dan waktunya juga sangat efisien . (ZG)

Oleh Zeynita Gibbons
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2014