Jakarta (ANTARA News) - Pakar lingkungan dari Universitas Indonesia Moch Hasroel Thayib menilai air sungai Kalimalang di Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, yang airnya menghitam dan berbau, Kamis, diduga karena telah tercemar.

"Ya, jadi mungkin pencemaran itu. Bisa saja dari limbah buangan industri dan pakan dari tambak-tambak yang terdegradasi jadi bahan organik yang menyebabkan racun, sehingga ikannya menjadi mabuk," kata Moh Hasroel Thayib, ketika dihubungi melalui telepon, Selasa.

Ia menuturkan pakan ikan tersebut kemungkinan berasal dari tambak atau keramba ikan yang ada idi Waduk Jatiluhur, Saguling dan Cirata kemudian terbawa hingga ke Sungai Kalimalang.

"Banyak pembudidaya keramba salah dalam pemberian pakannya. Ikan dalam keramba itu dikasih makan sebanyak-banyaknya. Harusnya, keramba itu seperti memberikan makan burung," kata dia.

Akibatnya, lanjut dia, pakan yang tidak di makan oleh ikan di keramba itu turun ke bawah permukaan sungai, lalu di bawah itu kurang oksigen hingga menjadi racun dan mengalir ke Sungai Kalimalang.

Ia juga menyarankan agar pelaku industri yang berada di daerah aliran sungai agar membuat kolam kontrol pengendapan.

"Seharusnya, limbah industri itu, sebelum di buang ke sungai diendapkan di kolam pengendapan dulu. Di cek apakah sudah aman jika dibuang ke sungai. Kalau sudah baru dibuang ke sungai," kata dia.

Selasa pagi, Sungai Kalimang yang berwarna hitam, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, tiba-tiba meluap dan airnya berwarna hitam serta berbau.

Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh sejumlah warga untuk mencari udang berukuran jari kelingking orang dewasa di Sungai Kalimang karena banyak ditemukan udang dan ikan.

"Ini air sungai tiba-tiba saja keruh berwarna hitam sekitar jam 10 tadi. Air nya langsung naik permukaannya dan saya tadi nyebar jaring buat mencari udang," kata salah seorang warga Ahmad Supriadi.

Warga RT10 RW 02 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur ini menuturkan selain udang dirinya juga mendapatkan ikan mujair dari sungai tersebut.

"Biasanya kita bilang air naik seperti ini airnya mabuk, dan kalau air Sungai Kalimalang mabuk bukan cuma ikan sama udang yang muncul, ular sama biawak juga bisa keluar. Tadi saja, saya nemuin dua biawak," kata dia.

(SDP-62/J008)

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014