Incheon (ANTARA News) - Indonesia kembali merosot ke urutan 17 dalam daftar perolehan medali pada tiga hari menjelang penutupan Asian Games 2014 Incheon, Korsel, Rabu.

Tim Indonesia tidak mampu mendongkrak posisinya setelah hanya mampu menambah satu medali perunggu dari cabang soft tenis.

Para pesaing medali Indonesia seperti Malaysia dan Bahrain, sudah semakin meninggalkan tim Merah-Putih.

Indonesia yang mengumpulkan tiga medali emas, lima perak dan sembilan perunggu, masih kalah dari Malaysia yang mengemas empat emas, 14 perak dan 10 perunggu di tempat ke-15, dan Bahrain yang unggul dua emas dibanding Indonesia yaitu mengumpulkan lima emas, lima perak dan satu perunggu di tempat ke-14 dalam urutan pengumpul medali.

Tim Indonesia menambah perunggu dari cabang soft tenis. Pasangan Indonesia Maya Rosa Ariana Stefanie/Prima Simpatiaji kebagian medali perunggu ketika kalah melawan pasangan Tiongkok di semifinal.

"Lawan memang lebih baik, tapi kami telah berjuang, hanya keberuntungan belum didapat," kata Prima Simpatiaji.

Pasangan Indonesia itu harus mengakui keunggulan Zhou Mo/Chen Hui dengan skor 3-5 di semifinal.

Namun beberapa cabang lain tidak mampu berbuat banyak. Atlet putri andalan Indonesia di cabang balap sepeda nomor BMX Elga Kharisma Novanda gagal mencapai target medali.

Elga hanya berada di urutan keempat dengan total poin 11 dalam kompetisi empat putaran, dan kalah bersaing dengan atlet Thailand Amanda Mildred Carr yang merebut emas dengan total 3.

Sementara atlet Tiongkok Lu Yan meraih perak dengan 7 poin, disusul pebalap rekan senegaranya Peng Na yang mengumpulkan 9 poin dengan perunggu.

"Kelemahan kami karena kita hanya menurunkan satu atlet, sedangkan pesaing rata-rata dua atlet di satu nomor," kata pelatih BMX Dadang Haries Poernomo.

Sementara itu Toni Syarifudin yang turun di nomor putra juga tidak bisa berbuat banyak ketika harus puas di posisi kelima dengan total 13 poin.

Atlet Filipina Daniel Patrick Caluag meraih emas dengan total 3 poin, disusul atlet Jepang dengan 7 poin yang merebut perak, dan perunggu direbut atlet Tiongkok Zhu Yan dengan 10 poin.

Cabang atletik yang pada dua hari sebelumnya mampu mempersembahkan medali emas dari nomor lompat jauh putri atas nama Maria Natalia Londa, Rabu tidak mampu kembali mengulang prestasi.

Pelari gawang 100 meter putri Dedeh Erawati hanya menjadi juru kunci.

Dedeh yang diproyeksikan bakal meraih medali emas, berada di urutan kedelapan dan bahkan terkena diskualifikasi di nomor lari gawang 100 meter putri.

Begitu juga Maria Natalia Londa yang turun di lompat jangkit putri gagal ketika dia hanya bertengger di posisi ke-10 pada cabang atletik nomor lompat jangkit putri, Rabu.

Maria yang dua hari lalu, Senin, mampu merebut medali emas nomor lompat jauh putri, kini tidak mampu mengulang prestasinya itu di nomor lompat jangkit, dia hanya mencatat nilai 13,39 meter.

Pada nomor lompat jangkit putri itu medali emas direbut atlet Kazakhstan Olga Rypakova dengan lompatan sejauh 14,32 meter, disusul atlet Uzbekistan Aleksandra Kotlyarova dengan perak dengan lompatan 14,05 meter, sedangkan atlet Kazakhstan lainnya Irina Ektova melompat sejauh 13,77 untuk perunggu.

Harapan muncul dari cabang sepaktakraw, cabang sepaktakraw nomor beregu putri Indonesia melangkah ke semifinal setelah mengalahkan regu Laos dengan 21-14, 21-18.

Namun cabang taekwondo yang baru memasuki kompetisi hari pertama, Indonesia belum bisa unjuk gigi ketika atlet taekwondo Indonesia Aghniny Haque terjegal di perempatfinal cabang taekwondo nomor -46kg putri, setelah dikalahkan atlet tuan rumah Korsel Kim Sohui.

Bertanding di Ganghwa Gymnasium, Aghniny kalah 1-4 menghadapi lawannya yang mendapat dukungan dari sebagian supporter tuan rumah yang ada di arena tersebut.

Sedangkan atlet Indonesia lainnya yang turun di kelas -57kg putri Mariska Halinda langsung terseok di babak 32 besar setelah dikalahkan atlet putri Iran Samaneh Sheshpari dengan skor 6-12.

(A020/T007)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014