Bangkok (ANTARA News/Reuters) - Thailand kini dalam pembicaraan dengan penyelenggara Tour de France mengenai rencana membawa lomba balap sepeda paling bergengsi di dunia itu ke benua Asia untuk pertama kalinya.

Ketua Badan Pariwisata Thailand (TAT) Thawatchai Arunyik mengatakan, Rabu, pihaknya yakin Thailand bisa menggelar event itu pada 2016.

Pihak TAT telah berbicara dengan ketua Jean-Etienne Amaury, ketua Amaury Sport Organisation (ASO) yang menggelar Tour de France.

"Kami masih berbicara dengan Tour de France, namun kami akan melihat tahun fiskal mendatang. Jadi 2016, bukan 2015," kata Arunyik.

"Kami belum dapat memastikan berapa etape yang akan digelar (di Thailand), apakah hanya satu atau dua etape, atau seluruh lomba. Ini masih didiskusikan," katanya.

"Thailand adalah lokasi sempurna untuk kompetisi bergengsi ini, apalagi balap sepeda sangat populer di sini," tambahnya.

ASO sementara belum berkomentar mengenai rencana tersebut.

Tour de France, yang digelar pertama kali tahun 1903, merupakan salah satu lomba yang paling melelahkan.

Tahun lalu peserta berlomba selama 23 hari menempuh jarak total 3.663 kilometer.

Lomba ini semula hanya berlangsung di wilayah Prancis, namun tahun lalu pada edisi ke-101 start dilakukan di Inggris.

Dalam beberapa tahun terakhir Jerman, Inggris, Irlandia, Swiss, Spanyol dan Luxembourg juga pernah menjadi tempat awal lomba sebelum peserta masuk wilayah Prancis dan finis di Champs Elysees, Paris.

(Uu.T004/A016)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014