Semarang (ANTARA News) - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Tengah dan DIY berupaya meningkatkan jumlah kepesertaan secara masif, di antaranya dengan aktif mendekat ke masyarakat.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jateng dan DIY Edy Sahrial di Semarang, Jumat, menyebutkan sejumlah upaya yang sudah terlaksana dan yang ditargetkan dapat terealisasi pada 2014, seperti sosialisasi kepada pengguna jalan dan gerakan "employee get member".

Upaya lainnya, katanya, proses pembentukan Desa Sadar Jaminan Ketenagakerjaan yang rencananya diawali di salah satu desa di Kabupaten Semarang.

"Desa Sadar Jaminan Ketenagakerjaan itu terispirasi dari sadar hukum. Jadi kami terus melakukan edukasi ke masyarakat agar sadar jaminan ketenagakerjaan," katanya.

Kantor cabang di Kabupaten Semarang, kata Edy Sahrial, sebelumnya juga melakukan sosialiasi yang dikemas dengan tema "Healty Sunday Morning".

Pada acara tersebut, mampu memperoleh penambahan 50 pedagang pasar yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan jaminan ketenagakerjaan.

Untuk "employee get member", Edy menjelaskan mulai serentak dilakukan pada September 2014.

Akan tetapi, beberapa kantor cabang di Jateng dan DIY sudah melakukannya lebih awal, seperti di kantor cabang Semarang I yang sudah menerapkan mulai Januari dan kantor cabang Semarang II pada April 2014 meskipun dengan nama berbeda.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang I Budiman Siagian menjelaskan gerakan "employee get member" yang dilakukan seluruh karyawan nonpemasaran dengan sosialisasi dan menambah jumlah kepesertaan rutin dilakukan setiap Kamis.

"Setiap hari Kamis, kami keluar melakuan sosialisasi untuk mendapatkan penambahan peserta sebanyak-banyaknya," katanya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang II Helmi Setiani juga mengaku melakukan gerakan yang sama, akan tetapi untuk waktunya tidak dapat dilakukan serentak di hari yang sama karena jumlah personel yang terbatas.

Kepesertaan jaminan ketenagakerjaan hingga September 2014 di Jateng sebanyak 27.083 perusahaan (17.174 aktif dan 9.909 nonaktif) dengan 2.700.203 tenaga kerja (978.412 aktif dan 1.721.791 nonaktif), sementara di Yogyakarta ada 4.956 perusahaan (3.066 aktif dan 1.890 nonaktif) dengan 348.263 tenaga kerja (143.351 aktif dan 204.912 nonaktif).

Dari jumlah tersebut, untuk kepesertaan formal ada 2.566 perusahaan (target 3.830 perusahaan) dan 295.863 tenaga kerja (target 499.930 tenaga kerja), kepesertaan informal ada 31.775 tenaga kerja (target 42.832 tenaga kerja), dan program jasa konstruksi ada 11.891 proyek (target 26.240 proyek) dengan 559.036 tenaga kerja (target 985.589 tenaga kerja).
(N008/M029)

Pewarta: Nur Istibsaroh
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2014