Bogor (ANTARA News) - Khatib Shalat Idul Adha 1435 Hijriah tingkat Kota Bogor Jawa Barat, KH Abdullah mengatakan ketakwaan adalah kunci bagi umat muslim untuk meraih kemakmuran dan kejayaan, karena esensi dari ibadah kurban dan haji adalah ketakwaan.

"Ibadah kurban dan haji memerlukan energi taqwa, begitu juga bangsa Indonesia jika ingin kejayaan kemakmuran butuh energi besar yakni takwa," kata KH Abdullah dalam khutbah Idul Adha yang dilaksanakan di Plaza Balai Kota Bogor, Minggu.

KH Abdullah mengatakan, ada dua peristiwa penting yang terjadi pada hari Raya Idul Adha yakni Idul Kurban dan Idul Haji. Secara historis, Hari Raya Idul Kurban memiliki dua episode yakni kisah Putra Nabi Adam AS dan kisah Nabi Ibrahim AS bersama anaknya Nabi Ismail AS.

Menurut dia esensi dari kisah putra Nabi Adam adalah takwa. Niat yang ikhlas dan pengorbanan yang baik ditambah takwa yang lurus maka diterimanya niat kita. Niat yang baik, takwa yang baik maka sukses. Seperti kurban Habil yang diterima oleh Allah, sedangkan Qabil niatnya buruk, ketakwaannya buruk maka kurbanya tidak diterima Allah.

Ia mengatakan kisah anak Nabi Adam AS dalam perjalan hidup ini mengajarkan tentang manajemen pengendalian diri. Bagaimana manajemen pengendalian diri umat dapat dilihat dari pengorbanan anak-anak Nabi Adam yakni Habil dan Qabil.

KH Abdullah mengatakan esensi kurban adalah ketakwaan. Ketakwaan pada kerja sama. Dalam ilmu manajemen modren disebut partisipatori. Harus ada kerja sama dalam sistem, pemerintahan mulai dari unsur pimpinan terendah sampai tertinggi dan bernegara," katanya.

Lebih lanjut KH Abdullah mengatakan, daging hewan kurban yang dikorbankan tidak akan mencapai keridhoan Allah tetapi ketawaan orang yang mengorbankannya yang mencapai kepada Allah.

"Apa yang disembelih hakekatnya kita menyembelih sifat kehewanan yang ada pada diri kita. Kita sembelih dan kita hilangkan, supaya mengembalikan jati diri kita sebagai manusia dan menghapus dosa-dosa kita," katanya.

Diakhir khutbahnya, KH Abdullah mengatakan, dari berbagai kisah yang menandai perayaan Idul Adha, bila dilihat pada situasi saat ini dalam perkembangan bangsa, maka hendaknya umat muslim mengikuti apa yang dikatakan Allah SWT dalam firman-firmannya seperti dalam surat An Nahl ayat 111 sampai 113.

Dikatakannya bangsa saat ini sedang menghadapi problema, penyakit korupsi, manipulasi dan krisi sosial. Apa solusinya? adalah kembali pada pertahanan diri kita sebagaimana Habil yakni takwa dan pengendalian sosial seperti Nabi Ibrahim beserta Nabi Ismail.

Jadi umat Islam, biar selamat dan mencapai kejayaan maka bertakwa. Ketakwaan ini dibarengan dengan konstitusi, sehingga umat Islam terakomodir dalam aturan terjadi kerja sama ternaungi dalam Pancasila dan UUD 45. Semoga kita jadi mukmin bertakwa sejati tidak hanya di mulut tapi di dunia nyata," ujar KH Abdullah.

Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1435 Hijriah tingkat Kota Bogor berlangsung di Plaza Balai Kota, dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, Sekretaris Daerah Ade Syarip Hidayat, jajaran SKDP dan pejabat di lingkungan pemerintah Kota Bogor serta sejumlah elemen masyarakat.

(KR-LR/F006)

Pewarta: Laily Rahmawati
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2014