Jamin kelancaran pelayanan navigasi dengan selalu menjamin kelangsungan operasional pelayanan navigasi penerbangan,"
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mempersiapkan pengelolaan dalam bidang navigasi udara termasuk untuk mengutamakan kepentingan nasional seperti dalam slot penerbangan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

"Jamin kelancaran pelayanan navigasi dengan selalu menjamin kelangsungan operasional pelayanan navigasi penerbangan," kata Plt Dirjen Hubungan Udara Kementerian Perhubungan Santoso Edy Wibowo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Kesiapan subsektor penerbangan udara dalam menghadapi MEA 2015 dinilai merupakan hal yang penting antara lain karena jumlah penumpang dalam negeri terus mengalami peningkatan hingga mencapai 86,57 juta penumpang pada 2013.

Jumlah yang terdiri atas 75,78 juta penumpang rute domestik dan 10,78 juta penumpang rute internasional itu merupakan kenaikan sebesar 6,41 persen dari tahun sebelumnya total yang hanya mencapai 81,35 juta penumpang.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, terdapat sebanyak 21 perusahaan angkutan udara niaga berjadwal dan 45 perusahaan angkutan udara niaga tidak berjadwal di Indonesia.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono juga menyatakan pengaturan slot penerbangan dalam menghadapi MEA 2015 tetap akan mengutamakan kepentingan maskapai nasional.

Wamenhub juga dalam sejumlah kesempatan menyatakan rasa optimistis bahwa berbagai maskapai penerbangan nasional di Tanah Air siap dalam menghadapi pemberlakuan MEA 2015.

Sementara itu, siaran pers Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) pada Selasa (16/9) sempat mengeluhkan adanya kesukaran dalam mendapatkan izin slot di Bandara Halim Perdanakusuma.

Untuk itu, Ketua Penerbangan Berjadwal INACA Bayu Sutanto dalam rilis tersebut juga mengutarakan harapannya agar Dirjen Perhubungan Udara dapat memfasilitasi dan membantu menemukan solusi permasalahan tersebut.

"Sehingga menunjang kelancaran operasi penerbangan charter dan berjadwal di Halim," katanya.

Terkait dengan penyusunan konsep Rencana Strategis Subsektor Transportasi Udara 2015-2019, Kemenhub juga telah menggelar acara Focus Group Discussion di Jakarta, Rabu (8/10).
(M040/S025)

Pewarta: Muhammad Razi Rahman
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2014