Damaskus (ANTARA News) - Tentara Suriah pada Kamis menggagalkan upaya penyusupan oleh anggota Front An-Nusra, yang memiliki hubungan dengan Al Qaida, di Wilayah Qalamoun di sebelah utara Ibu Kota Suriah, Damaskus, dan menewaskan 57 di antara mereka.

Para petempur An-Nusra berusaha memasuki satu daerah di antara Kota Kecil Jubbeh dan Esal Al-Qared di Wilayah Al-Qalamoun, yang terjal, kata kantor berita resmi Suriah, SANA. Ditambahkannya, tentara Suriah telah melancarkan pukulan keras terhadap para penyerang yang kembali berusaha menjejakkan kaki di Al-Qalamoun.

Awal tahun ini, pasukan Suriah dengan dukungan anggota milisi Syiah Lebanon, Hizbullah, mengusir kelompok gerilyawan fanatik dari seluruh kota kecil dan desa di Wilayah Al-Qalamoun, yang berada di sebelah timurlaut Damaskus di perbatasan dengan Lebanon.

Beberapa daeran kantung gerilyawan bersenjata masih ada di sebagian perbukitan tandus di Al-Qalamoun dan belum lama ini telah mulai melancarkan serangan berskala kecil terhadap beberapa daerah di wilayah terjal itu, kata Xinhua. Namun tentara Suriah mematahkan semua serangan gerilyawan fanatik.

SANA melaporkan upaya penyusupan belum lama ini adalah yang paling akhir setelah pukulan keras oleh tentara Suriah terhadap petempur Front An-Nusra.

Secara terpisah, Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia --kelompok pengawas yang berpusat di Inggris-- menyatakan Angkatan Udara Suriah melancarkan serangan terhadap pinggiran Arbeen, yang dikuasai gerilyawan di pinggiran timur Ibu Kota Suriah, Damaskus. Sebanyak 25 orang, termasuk perempuan dan anak kecil, tewas dalam serangan udara tersebut.

Puluhan orang lagi cedera akibat serangan udara militer Damaskus dan jumlah korban jiwa diperkirakan akan bertambah sebab banyak orang yang cedera berat dalam kondisi kritis.

Namun, laporan Obrersvatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia tak bisa diverifikasi.

Tentara Suriah telah terlibat pertempuran sengit dengan banyak anggota gerilyawan, termasuk pegiat yang berafiliasi pada Al Qaida, selama konflik berkepanjangan di negeri itu. Lebih dari 190.000 orang telah tewas sejak krisis meletus pada pertengahan Maret 2011.

Pada Rabu (8/10) Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad mengecam dukungan Prancis buat gagasan pembentukan zona penyangga antara Suriah dan Turki, kata kantor berita SANA.

Mekdad dengan sekeras-kerasnya mengutuk pendirian Presiden Prancis Francois Hollande, yang telah mengumumkan dukungannya bagi gagasan Turki untuk mendirikan zona penyangga antara Suriah dan Turki.

Ia menambahkan sikap Prancis tersebut telah memperlihatkan dukungan Hollande buat aksi teror dan buat kebijakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan --yang telah mempersenjatai dan memfasilitasi aliran pelaku teror ke dalam wilayah Suriah untuk menumpahkan darah rakyatnya.

Pada Rabu pagi, Hollande mengumumkan dukungannya buat gagasan pembentukan zona penyangga antara Suriah dan Turki guna menciptakan tempat aman bagi pengungsi Suriah. Ia mengumandangkan tuntutan Turki --yang telah lama melontarkan gagasan pembentukan zona penyangga itu, yang disertai oleh zona larangan terbang dengan dalih membantu pengungsi Suriah.

(Uu.C003)

Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2014