Minggu, 22 Oktober 2017

Kemenparekraf gelar lomba cipta lagu daerah

| 8.817 Views
Kemenparekraf gelar lomba cipta lagu daerah
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggandeng Ikatan Alumni SMA 6 Yogyakarta (Nem Che) menyelenggarakan Lomba Cipta Lagu Pop Daerah Nusantara (LCLPDN) 2014.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf) Sapta Nirwandar di Jakarta, Selasa malam, mengatakan bahwa kegiatan itu berlangsung untuk ketiga kalinya sejak 2012.

"Dalam rangka menggugah kembali kecintaan masyarakat terhadap lagu-lagu daerah sekaligus menggali potensi kreatif musisi-musisi daerah," katanya.

Menurut dia lagu-lagu daerah sebagai salah satu warisan nilai luhur budaya Indonesia, akhir-akhir ini tergilas oleh tumbuhnya kreativitas anak muda yang berlomba-lomba menciptakan lagu-lagu bertema cinta.

Selain itu, maraknya lagu asing yang diminati oleh kalangan muda seperti K-Pop (Korean Pop) ataupun band-band barat lainnya semakin menurunkan popularitas lagu daerah nusantara.

Sementara itu, maraknya stasiun-stasiun televisi berjaringan nasional yang berkedudukan di Jakarta, saling bersaing ketat merebut rating melalui program-program musik yang tidak satu pun bernuansa kedaerahan, hal ini berdampak surutnya karya cipta lagu pop daerah bersaing di tingkat nasional.

"Perlu adanya upaya untuk menggugah kembali masyarakat atau kalangan remaja agar mencintai dan bangga akan lagu-lagu daerah dengan melalui suatu annual event dalam bentuk lomba dan diadakan setahun sekali sehingga tercipta dan tersedia dengan baik lagu pop daerah," kata Sapta Nirwandar.

Menurut Sapta, mencermati peserta Lomba Cipta Lagu Pop Daerah Nusantara dua tahun lalu dalam kenyataannya, lirik lagu-lagu daerah sebenarnya mengandung petuah ataupun lagu yang menanamkan semangat patriotisme serta bercerita mengenai keindahan alam nusantara.

"Selayaknya kita dukung penyelenggaraan LCLPDN, ini menjadi strategis sebagai upaya mengurangi imbas makin surutnya kecintaan kalangan remaja terhadap lagu-lagu yang berasal dari tanah kelahirannya," katanya.

Lingkup kegiatan meliputi seluruh provinsi di Indonesia dengan pentahapan kegiatan mulai dari tingkat provinsi yang diharapkan musisi/pencipta lagu mengirimkan karya-karya lagu.

Informasi detail tentang Lomba Cipta Lagu Pop Daerah Nusantara dapat diakses melalui situs www.cintalagudaerah.com.

Adapun penahapan lomba, yaitu Tahap I pendaftaran LCLPDN sejak Juli--15 September 2014, telah terjaring sebanyak 121 lagu yang masuk ke panitia.

Penjaringan peserta dan publikasi, di samping melalui website www.cintalagudaerah.com, juga media elektronik, Facebook Lomba Cipta Lagu Pop Daerah Nusantara, Follow Twitter LCLPDN, koran lokal, radio lokal, atau melalui pemerintah daerah.

Tahap II, yakni dari hasil penilaian Tim Seleksi dipilih 33 lagu pop daerah sebagai seleksi awal untuk maju ke babak selanjutnya.

Tahap III, yakni dari hasil penilaian Tim Seleksi pada Tahap II akan dipilih 10 lagu terbaik yang di dalamnya terdapat enam lagu pop daerah sebagai finalis, yang akan disiarkan oleh MetroTV.

Dewan juri terdiri atas tokoh musisi (komposer, pengarang lagu, penyanyi profesional), Kemenparekraf, pakar olah vokal, pemerhati musik tradisional, produser rekaman musik studio, music director, menetapkan pemenang pada Gelar Babak Final.

Juara Pencipta Lagu Pop Daerah adalah mereka yang karyanya memenuhi kriteria penjurian, yaitu melodi lagu, harmony, lirik, komposisi, tema lagu mengangkat destinasi pariwisata, otentik, dan kearifan lokal masing-masing daerah.

Panitia LCLPDN sendiri telah memutuskan dan menetapkan para finalis dengan karya lagu, yaitu Batik Ngayogyakarta, asal bahasa daerah dari Provinsi DIY; Besanjo ke Palembang, asal bahasa daerah dari Provinsi Sumatera Selatan; dan Betawi Kite, asal bahasa daerah dari Provinsi DKI Jakarta.

Selain itu, Idi Gamak Nenek Kaji, asal bahasa daerah dari Provinsi NTB; Kayoh Meurandeh Band, asal bahasa daerah dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam; dan Kayuh Baimbai, asal bahasa daerah dari Provinsi Kalimantan Selatan.

Finalis lain, yakni Lembur Abdi, asal bahasa daerah dari Provinsi Jawa Barat; Maluku Manise, asal bahasa daerah dari Provinsi Maluku; Nang Suroboyo Rek, asal bahasa daerah dari Provinsi Jawa Timur; dan Tari Rentak Melayu, asal bahasa daerah dari Provinsi Jambi.

Lomba Cipta Lagu Pop Daerah Nusantara itu berhadiah uang tunai total Rp85 juta dan para pemenang mendapatkan kesempatan rekaman karyanya dalam Album CD untuk enam finalis Lagu Pop Daerah Nusantara. (H016/D007)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga