Padang (ANTARA News) - Program Less Cash Society (LCS) atau kawasan non tunai yang digagas Bank Indonesia (BI) diharapkan mampu menekan penggunaan transaksi dengan menggunakan uang tunai.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah VIII, Mahdi Mahmudy di Padang, Jumat, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari BI untuk mensosialisasikan penggunaan alat pembayaran non tunai.

"Penggunaan alat pembayaran non tunai di Sumbar sebagai alat pembayaran sehari-hari masih minim. Pembayaran transaksi masyarakat sebagian besar masih menggunakan alat pembayaran tunai atau cash," sebutnya.

Akibatnya, katanya, permintaan uang tunai semakin meningkat seiring dengan peningkatan transaksi masyarakat. Hal ini terlihat dari aliran uang tunai di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VIII yang menunjukkan tren peningkatan.

Ia mengatakan program LCS merupakan rangkaian kegiatan untuk meningkatkan kepedulian dan penggunaan sarana pembayaran non tunai dalam transaksi sehari-hari.

Program ini dilaksanakan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai alat pembayaran non tunai. Selain itu, program itu juga berupaya menggerakkan masyarakat agar beralih dari pembayaran tunai ke non tunai.

Pentingnya pelaksanaan program LCS, sebutnya, untuk mewujudkan sistem pembayaran ritel masa depan yang lebih aman dan efisien, meningkatkan rasa aman dan nyaman masyarakat dalam bertransaksi non tunai, serta memberikan kemudahan transaksi seiring dengan aktvitas perekonomian yang semakin meningkat.

"Selain itu, meningkatnya penggunaan alat pembayaran non tunai dapat mengurangi biaya pencetakan uang, khususnya uang dengan nilai nominal kecil," katanya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, sebagai pilot project, pengembangan program LCS akan dilaksanakan di universitas di Sumbar.

Pemilihan tersebut didasarkan atas harapan bahwa universitas merupakan komunitas terpelajar yang dapat menjadi acuan bagi masyarakat lainnya, dan dapat mendorong pemakaian sarana pembayaran secara lebih luas.

(KR-AGP/H014)

Pewarta: Agung Pambudi
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2014