Tokyo (ANTARA News) - Saham-saham di bursa Tokyo ditutup turun 0,37 persen pada Kamis karena aksi ambil untung menyusul kenaikan tajam hari-hari sebelumnya dan setelah aksi jual melanda Wall Street.

Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo turun 56,81 poin menjadi berakhir pada 15.138,96.

Indeks Topix dari seluruh saham papan utama kehilangan 0,33 persen, atau 4,07 poin, menjadi ditutup pada 1.232,34.

"Kenaikan tajam telah mengundang hari lain ambil untung", kata Daisuke Uno, penyiasat di Sumitomo Mitsui Banking.

"Ini adalah pola overshoot dan koreksi yang telah menjadi norma," tambahnya mengacu pada perubahan besar di pasar sejak pekan lalu.

"Intinya adalah bahwa investor waspada terhadap fundamental ekonomi yang lemah di Eropa dan Jepang, perlambatan (di) Tiongkok dan reli pasar AS menempatkan banyak kepercayaan keuntungan dalam lebih banyak saham di beberapa minggu berikutnya."

Nikkei memangkas beberapa kerugian awal karena yen melemah terhadap dolar, sebuah nilai tambah bagi eksportir, dan setelah data manufaktur Tiongkok positif.

Dolar naik menjadi 107,23 yen dari 107,14 yen di New York pada Rabu.

Tetapi "banyak investor sekarang memilih untuk tidak berdagang sama sekali daripada mengambil risiko terkena penurunan," kata seorang direktur perdagangan ekuitas di perusahaan pialang Eropa.

Pembuat suku cadang mobil Takata anjlok 6,16 persen menjadi 1.582 yen setelah melaporkan bahwa para pejabat AS sedang menyelidiki perusahaan atas cacat pada kantong udara yang mungkin telah membunuh beberapa pengemudi.

Sony menurun 0,39 persen menjadi 1.901,5 yen setelah miliarder AS Daniel Loeb mengatakan ia telah menjual sahamnya di perusahaan yang kesulitan itu setelah gagal menawarkan pemisahan bagian dari unit hiburannya pada tahun lalu.

Wall Street jatuh karena laporan laba bervariasi, dengan pasar secara luas mundur dari kenaikan besar tiga sesi berturut-turut.

Dow merosot 0,92 persen, S&P 500 turun 0,73 persen dan Nasdaq kehilangan 0,83 persen, demikian AFP melaporkan.

(SYS/A026/A011)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2014