Jakarta (ANTARA News) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, dibuka melemah 4,74 poin atau 0,09 persen ke posisi 5.123,19.

Indeks 45 saham unggulan (LQ45) bergerak turun 1,19 poin atau 0,14 persen ke posisi 880,04.

"Laju penguatan IHSG tertahan pada perdagangan saham hari ini, seiring kekhawatiran dampak perlambatan ekonomi yang bersifat jangka pendek yang disebabkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi," kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah.

Selain itu, ujarnya, muncul kecemasan baru di kalangan pelaku pasar setelah adanya wacana dari beberapa fraksi DPR yang ingin menggulirkan hak interpelasi terkait kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi.

Dari eksternal, melemahnya bursa saham AS pada Rabu malam seiring dengan bank sentral AS (the Fed) yang belum mengeluarkan kebijakan lebih untuk meningkatkan inflasi sesuai targetnya, menambah sentimen negatif bagi pasar saham domestik.

Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan, sebagian pelaku pasar mulai mengambil posisi lepas saham untuk merealisasikan keuntungan setelah indeks BEI mengalami penguatan dalam beberapa hari terakhir.

"Euforia BBM diperkirakan mulai meredup, sebagian pelaku pasar mengambil posisi profit taking," katanya.

Secara teknikal, lanjut dia, laju IHSG BEI meninggalkan "utang gap" (ruang kosong antara periode perdagangan saat ini dengan periode sebelumnya) di level 5.102-5.111 yang diperkirakan rentan terjadi koreksi jika tidak ditopang adanya sentiment positif.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 11,42 poin (0,05 persen) ke 23.384,73, indeks Nikkei naik 13,17 poin (0,08 persen) ke 17.301,92, dan Straits Times melemah 6,93 poin (0,20 persen) ke posisi 3.327,78.

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2014