Bengkalis, Riau (ANTARA News) - Ibu-ibu rumah tangga di Kota Bengkalis, Riau, sepekan terakhir ini menjerit dan mengeluhkan harga cabai merah yang mencapai Rp80.000/kg. Kenaikannya tidak tanggung-tanggung, 100 persen ketimbang harga biasanya.

"Pada hari-hari biasanya harga cabai mencapai Rp40.000 perkilogram, kini menjadi Rp80.000/kilogram mengakibatkan terpaksa membeli dalam jumlah sedikit saja kendati masakan tanpa cabe memang tidak enak," kata Hamida (45), seorang ibu rumah tangga, di Bengkalis, Jumat.

Menurut Hamida, kenaikan harga cabai merah telah mengakibatkan biaya hidup rumah tangga semakin tinggi sehingga kami membatasi pembelian cabe sebab harus juga membeli keperluan dapur lainnya.

Apalagi, katanya pendapatan dari penyadap karet juga terbatas maka kami tidak perlu memaksakan diri untuk memenuhi kebutuhan cabe sama dengan pemenuhan kebutuhan cabe pada hari-hari dengan harga normal cabe.

Seorang penjual nasi bungkus Wiwit (38) mengakui dirinya juga harus membatasi pembelian cabe karena tidak seimbang dengan modal dan harga nasi bungkus yang mau dijual.

"Ya kami terpaksa mensiasati dengan mencampurkan tomat lebih banyak ke dalam cabe goreng, apalagi tiap nasi bungkus serta lauknya memang harus memakai sambal dan ini telah menjadi kebiasaan masyarakat bahwa makanan tanpa sambal tidak akan enak tentunya,"katanya.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Raja Erlangga, mengatakan, kenaikan harga cabai di pasar tradisional di Kabupaten Bengkalis akibat kurang pasokan dari daerah penghasil atau dari daerah sentra produksi cabe yakni Sumatra Utara dan Bukittinggi, Sumatera Barat.

Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2014