Minggu, 24 September 2017

Pemkab Banyuwangi latih puluhan guru sekolah inklusi

| 7.039 Views
Dalam skema yang dikembangkan di Banyuwangi, anak penyandang disabilitas bisa belajar di sekolah reguler,"
Banyuwangi (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bekerja sama dengan Rajawali Foundation memberikan pelatihan kepada puluhan guru dari sembilan sekolah penyelenggara pendidikan inklusi untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas ketika dihubungi di Banyuwangi, Selasa, mengemukakan pendidikan adalah hak semua anak, termasuk anak penyandang disabilitas yang berkebutuhan khusus.

"Dalam skema yang dikembangkan di Banyuwangi, anak penyandang disabilitas bisa belajar di sekolah reguler, mempelajari mata pelajaran yang sama dan mengikuti semua kegiatan di sekolah tanpa ada diskriminasi," katanya.

Pendidikan inklusi adalah sistem pendidikan yang dirancang mampu meniadakan kendala yang bisa menghalangi setiap anak untuk mengakses pendidikan.

Saat ini, lanjut bupati, di daerahnya terdapat 115 sekolah penyelenggara pendidikan inklusi, terdiri atas 28 sekolah PAUD, 44 SD/MI, 26 SMP/MTs, dan 17 SMA/MA.

Seluruh sekolah tersebut dilengkapi dengan guru pembimbing khusus dan sarana prasarana yang aksesibel bagi anak penyandang disabilitas. Kehadiran sekolah-sekolah tersebut bisa memberi kemudahan bagi anak penyandang disabilitas dalam mengakses pendidikan.

"Selama ini, keberadaan sekolah khusus masih terbatas. Sebagian besar ada di daerah kota dan jauh dari rumah anak penyandang disabilitas. Kondisi itu sering membuat mereka mengalami putus sekolah. Dengan keberadaan 115 sekolah inklusi, mereka bisa bersekolah di tempat yang lebih dekat dengan rumah mereka dan kami juga terus meningkatkan kualitas para gurunya," tambah Anas.

Direktur Program Rajawali Foundation Agung Binantoro menjelaskan program pelatihan yang berlangsung 15-18 Desember 2014 bertujuan mengubah paradigma proses belajar-mengajar di kelas inklusi, serta meningkatkan keahlian dan pemahaman pengajar terhadap peserta didik.

"Dengan pelatihan ini, perangkat sekolah diharapkan dapat menyusun peta jalan pengembangan masing-masing sekolah yang berkontribusi terhadap keberhasilan pendidikan inklusi di Banyuwangi," katanya.

Dalam pelatihan tersebut, Rajawali Foundation juga bekerja sama dengan Innovera yakni sebuah konsultan bidang pendidikan inklusi sebagai penyedia konten yang akan memberikan garansi tiga bulan pasca-program, termasuk mengajarkan berbagai modul dan metode pendidikan kepada para pengajar.

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga