Lebak (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menetapkan status siaga I banjir dan longsor sehubungan intensitas curah hujan meningkat selama tiga hari terakhir di daerah itu.

"Kami mengimbau masyarakat mewaspadai bencana banjir, longsor dan tiupan angin kencang," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi, saat dihubungi Antara, di Lebak, Jumat.

Selama ini, frekuensi curah cenderung meningkat dan berlangsung antara satu sampai empat jam sehingga berpotensi menimbulkan bencana alam.

Hujan kapasitas ringan dan sedang disertai tiupan angin berpeluang pagi, siang, sore hingga malam hari.

Karena itu, BPBD menetapkan siaga banjir dan longsor untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengatasi resiko bencana agar tidak menimbulkan korban jiwa atau serangan penyakit dan kelaparan.

Pihaknya telah menyiapkan peralatan evakuasi, relawan dan logistik,termasuk obat-obatan agar para korban bencana dapat ditangani dengan baik.

Penyebaran surat kewaspadaan dilakukan melalui imbauan kepada aparat camat, desa, relawan dan masyarakat. Sebab wilayah Kabupaten Lebak merupakan langganan bencana banjir dan longsoran saat memasuki musim penghujan.

"Kami mengingatkan warga yang tinggal di daerah aliran sungai maupun tebing dan pegunungan agar meningkatkan kewaspadaan bencana alam sehubungan tibanya cuaca ekstrem itu," katanya.

Di tempat terpisah, Camat Malingping Sukanta mengatakan pihaknya kini berkoordinasi dengan BPBD, TNI,Polri, PMI,Dinkes dan relawan untuk mengatasi bencana alam.

Sebab di wilayahnya terdapat lima desa masuk kategori rawan banjir dan longsor adalah Desa Cilangkahan, Bolang, Kertasatu, Sukamanah dan Pagelaran.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait,termasuk mendirikan posko bencana karena intensitas curah hujan meningkat," katanya.

Koordinator Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak Aan Wiguna mengatakan, pihaknya mempersiapkan tim guna membantu warga yang terkena musibah, baik banjir maupun tanah longsor.

Saat ini, jumlah anggota relawan Tagana tercatat 228 personel yang tersebar di 28 kecamatan.

"Relawan Tagana Lebak selalu siap 24 jam dalam memberikan bantuan pertolongan kepada warga yang tertimpa musibah," katanya.


Pewarta: Mansyur
Editor: Ella Syafputri
Copyright © ANTARA 2015