Pengoptimalan potensi sumber daya manusia (SDM) usia produktif dapat menjadi penentu bangkitnya pertumbuhan ekonomi, seperti yang dilakukan di negara maju,"
Yogyakarta (ANTARA News) - Optimisme pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 perlu didukung pemanfaatan potensi usia produktif, kata pakar kependudukan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Tajuddin Noor Effendi.

"Pengoptimalan potensi sumber daya manusia (SDM) usia produktif dapat menjadi penentu bangkitnya pertumbuhan ekonomi, seperti yang dilakukan di negara maju," kata Tajuddin di Yogyakarta, Jumat.

Tajuddin mengatakan Indonesia akan memiliki remaja usia produktif yang jumlahnya akan terus meningkat hingga 2035, yang diperkirakan mampu mencapai 305,6 juta jiwa.

Selanjutnya, setelah 2035 Indonesia akan memasuki masa penuaan, di mana jumlah penduduk usia lanjut di atas 60 tahun mencapai 25 persen dari jumlah penduduk.

"Sehingga sangat disayangkan apabila peran mereka (usia produktif) dalam pembangunan perekonomian tidak dioptimalkan," kata guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM ini.

Berbagai kebijakan pemerintahan baru saat ini, kata dia, perlu memulai berupaya serius berpihak pada optimalisasi usia produktif.

Menurut dia, jangan sampai keberadaan SDM potensial tersebut hanya diberikan peluang untuk menjadi tenaga kerja di luar negeri. Sebab, menurut dia, hal itu sama dengan generasi muda Indonesia dimanfaatkan oleh negara-negara lain.

"Jangan sampai kita hanya dimanfaatkan negara maju melalui pengiriman tenaga-tenaga kerja kita ke luar," kata dia.

Kendati berupaya penuh dalam pemanfaatan SDM usia produktif, menurut Tajuddin, pemanfaatan sumber daya alam (SDA) juga perlu dioptimalkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan.

Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2015