Menurut penyelidikan awal para ahli militer di tempat ledakan yang melanda di Jabal Mohsen itu, nama dua penyerang bunuh diri tersebut adalah Taha Samir al-Khalil dan Bilal Mohammmad al-Maraiyan."
Tripoli, Lebanon (ANTARA News) - Tentara Lebanon Ahad menyiarkan nama dua pembom bunuh diri yang menewaskan sembilan orang di kota kedua Tripoli, Lebanon, dalam kekerasan terbaru terkait dengan konflik di negara tetangga Suriah.

Serangan Sabtu terhadap sebuah kafe di lingkungan Tripoli terutama dihuni oleh anggota sekte Alawit Presiden Suriah Bashar al-Assad diklaim oleh Al Qaida cabang Suriah, lapor AFP.

Sumber-sumber keamanan mengatakan, pembom berdua Lebanon, dari distrik Sunni Tripoli yang dikenal simpati terhadap para pemberontak yang berjuang untuk menggulingkan rezim Damaskus.

"Menurut penyelidikan awal para ahli militer di tempat ledakan yang melanda di Jabal Mohsen itu, nama dua penyerang bunuh diri tersebut adalah Taha Samir al-Khalil dan Bilal Mohammmad al-Maraiyan," kata pernyataan militer.

Mereka berdua penduduk distrik Mankubeen yang terutama Sunni, dan terletak hanya 500 meter (meter) dari Jabal Mohsen, kata militer.

Satu sumber keamanan mengatakan kepada AFP, bahwa Khalil, 20, telah menjadi buronan pemerintah karena dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok ekstremis dan mengambil bagian dalam bentrokan mematikan dengan warga Jabal Mohsen tahun lalu.

Telah terjadi bentrokan berulang antara penduduk lingkungan Alawit dan orang-orang dari daerah Sunni yang berdekatan itu.

Khalil "tidak diketahui keberadaannya selama tiga pekan terakhir," kata sumber itu, dan menambahkan bahwa ada kecurigaan bahwa ia telah melakukan perjalanan ke pegunungan Qalamun, kubu kelompok-kelompok Islam garis keras di perbatasan Suriah.

Pembom kedua adalah seorang ayah 26 tahun dari satu anak dengan tidak ada catatan kriminal, kata sumber itu.

Jabal Mohsen tetap dikepung oleh tentara pada Minggu, sebagai persiapan pemakaman yang sedang berlangsung sore atas sembilan orang yang tewas dalam penyerangan itu.

(Uu.H-AK)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2015