Dubai (ANTARA News) - Harga minyak diperkirakan akan "rebound" atau berbalik naik dari saat ini 45 dolar AS per barel menjadi 70 atau 80 dolar AS selama 2015, pakar Tiongkok mengatakan dalam Gulf Intelligence UAE Energy Forum di Dubai, Selasa.

Harga minyak mencapai tingkat terendah enam tahun pada Selasa di 45,87 dolar AS per barel setelah sesi rendah pada 45,19 dolar AS, kata Xu Xiaojie, kepala divisi dari Akademi Ilmu Sosial Tiongkok, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Xinhua, Selasa.

"Kami perkirakan harga minyak akan meningkat karena setelah musim dingin, permintaan minyak akan pulih. Kami juga berpikir bahwa produsen minyak akan turun tangan untuk mengangkat harga karena biaya produksi menjadi terlalu tinggi jika harga minyak tetap pada terendah lima tahun," kata Xu di sela-sela Forum Energi UAE tahunan ke-6.

"Tiongkok telah menyusun rencana lima tahun untuk meningkatkan pangsa energi terbarukan di semua sektor industri dan kami akan tetap berpegang pada itu, terlepas dari fluktuasi harga minyak," kata Xu.

Forum energi ini diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan riset Teluk pada 13 Januari.
(A026/S004)

Editor: Desy Saputra
Copyright © ANTARA 2015