Chicago (ANTARA News) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak ke tertinggi lebih dari empat bulan pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor mempertimbangkan langkah tak terduga Swiss mencabut pembatasan nilai tukar franc terhadap euro.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari naik tajam 30,3 dolar AS, atau 2,45 persen, menjadi menetap di 1.264,80 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

Bank sentral Swiss atau Swiss National Bank (SNB) pada Kamis secara tak terduga mengumumkan bahwa mereka akan mencabut pembatasan nilai tukar franc Swiss yang telah berlangsung selama tiga tahun, mengirim franc melonjak terhadap euro dan mendorong ekuitas pada penurunan.

Langkah bank, analis mengatakan, meningkatkan spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa akan meluncurkan sebuah program pembelian obligasi pada pertemuan kebijakan 22 Januari dalam upaya memerangi deflasi.

Swiss adalah salah satu pembeli euro terbesar di dunia, dan langkah itu menunjukkan kurangnya kepercayaan pada euro dan juga menunjukkan ketidakpastian tingkat tinggi di zona euro, kata para analis. Ini akan menempatkan tekanan pada ekuitas, mendorong investor untuk membeli aset-aset "safe haven" seperti emas dan obligasi Jerman.

Sementara itu, jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim awal untuk tunjangan pengangguran dalam pekan yang berakhir 10 Januari meningkat 19.000 menjadi 316.000 dari tingkat revisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Kamis. Hal ini memberikan dukungan tambahan terhadap emas karena pasar ekuitas AS bereaksi negatif terhadap berita tersebut.

Perak untuk pengiriman Maret naik 11,4 sen, atau 0,67 persen, menjadi ditutup pada 17,102 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 23,8 dolar AS, atau 1,92 persen, menjadi ditutup pada 1.262,80 dolar AS per ounce.

(T.A026)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2015