Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat sore, bergerak melemah sebesar 90 poin menjadi Rp12.672 dibandingkan sebelumnya Rp12.582 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, mengatakan dolar AS mendapatkan dukungan dari data klaim tunjangan pengangguran mingguan Amerika Serikat yang lebih bagus dari proyeksi pasar.

"Data klaim pengangguran AS itu turun menjadi sekitar 265.000 klaim dari perkiraan 301.000 klaim," paparnya.

Di sisi lain, lanjut dia, perkiraan pasar terhadap data produk domestik bruto (PDB) AS yang akan segera dirilis untuk periode kuartal ke-4 yang tumbuh sekitar 3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, menambah dorongan terhadap dolar AS.

"Hasil yang lebih bagus dari proyeksi akan memberikan keyakinan bagi Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuannya," katanya.

Sementara itu, pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova mengharapkan data inflasi Januari 2015 dan neraca perdagangan Desember 2014 mencatatkan hasil positif sehingga menahan tekanan rupiah lebih dalam terhadap dolar AS.

"Diharapkan inflasi stabil setelah pemerintah kembali menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi," katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat tercatat rupiah bergerak melemah menjadi Rp12.625 dibandingkan hari sebelumnya, Kamis (29/1) di posisi Rp12.515 per dolar AS.

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2015