Berlin (ANTARA News) - Jerman pada Kamis menolak permintaan Yunani agar mitra-mitranya di Eropa memperpanjang program pinjaman Uni Eropa selama enam bulan lagi, dengan mengatakan bahwa "proposal itu tidak memiliki bobot bagi sebuah penyeelesaian".

"Surat dari Athena (pemerintah Yunani, red) bukan proposal berbobot untuk sebuah solusi," kata juru bicara Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble dalam pernyataan singkat.

"Sebenarnya (permintaan) itu ditujukan untuk menjembatani masalah pendanaan, tanpa memenuhi syarat-syarat program tersebut. Surat tersebut tidak memenuhi kriteria yang disepakati Eurogroup (sidang para menteri keuangan negara-negara Uni Eropa yang menggunakan mata uang euro, red) pada Senin."

Yunani, negara yang berada pada kehancuran karena utang, telah mengajukan permintaan --yang bisa berhasil atau gagal-- untuk memperpanjang program pinjaman dari Eropa, yang akan berakhir pada akhir bulan ini, namun menuntut agar pihak peminjam mengakhiri langkah-langkah penghematan yang dibencinya.

Jerman telah berkali-kali mencegah langkah untuk menawari Yunani komitmen di luar perjanjian yang berlaku saat ini, terutama komitmen-komitmen terkait penghematan. Jerman menganggap bahwa perpanjangan masa pinjaman terkait "erat" dengan reformasi-reformasi yang sebelumnya telah disetujui Athena.

Para menteri keuangan Eurozone (negara-negara Eropa yang menerapkan mata uang euro) dalam pertemuan mereka pada Senin telah menentukan lima syarat bagi diteruskannya dukungan keuangan mereka bagi Athen, termasuk janji untuk tidak mundur dari reformasi-reformasi yang telah disepakati sebelumnya.

Di antara syarat-syarat lainnya adalah bahwa Athen jangan sampai melakukan reformasi-reformasi baru yang akan membebani keuangan publik Yunani, dan Athena harus berkomitmen untuk membayar semua peminjamnya, demikian AFP.

(Uu.T008)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2015