Sabtu, 23 September 2017

Kesalahan restoran Indonesia di luar negeri

| 12.761 Views
Kesalahan restoran Indonesia di luar negeri
William Wongso dalam diskusi kuliner di Jakarta, Kamis (5/3/2015). (ANTARA News/Nanien Yuniar)
Seharusnya percaya diri dengan rasa otentik."
Jakarta (ANTARA News) - Pakar kuliner William Wongso menyebut ada kesalahan restoran Indonesia di luar negeri yang membuat kuliner Tanah Air belum populer di kancah internasional.

"Rumah makan Indonesia di luar negeri disesuaikan dengan selera lokal jadi tidak ada cita rasa asli Indonesia," kata William di Jakarta, Kamis.

Hilangnya cita rasa asli kuliner Indonesia di luar negeri membuat makanan Tanah Air tidak punya rasa otentik yang menjadi ciri khas. Demi selera lokal, misalnya, rasa pedas dari suatu masakan dikurangi. Penyebabnya adalah anggapan bahwa orang asing, misalnya dari negara Barat, tidak suka masakan pedas. Padahal anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Itulah mengapa ada penyesuaian rasa karena timbulnya kekhawatiran rasa asli kuliner Indonesia sulit diterima selera internasional.

"Seharusnya percaya diri dengan rasa otentik," tegas dia.

Salah satu cara menjaga rasa otentik adalah dengan menggunakan bumbu dan bahan asli Indonesia. Dia mencontohkan masakan rendang yang jauh lebih enak bila santannya berasal dari Indonesia, bukan Thailand. "Santan Thailand beda, memang lebih cocok untuk masakan Thailand," ujar dia.

Negara-negara Asia yang makanannya sudah sukses merambah ke penjuru dunia seperti Thailand dan Jepang, kata William, menghargai bumbu asli mereka dalam meracik masakan sehingga cita rasa terjaga.

Selain itu, William menyebut lokasi restoran Indonesia di luar negeri belum berada di tempat-tempat signifikan yang mudah ditemukan. "Biasanya di tempat 'ngumpet'," imbuh dia.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga