Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan PT Pertamina (Persero) bisa mengelola Blok Mahakam di Kalimantan Timur setelah masa kontrak dengan Total E&P Indonesie habis pada 2017.

"Harus bisa. Masa meragukan anak bangsa sendiri," kata Kepala Unit Pengendalian Kinerja Kementerian ESDM Widhyawan Prawiraatmadja di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan Menteri ESDM Sudirman Said pada Senin (2/3) sudah menerima proposal Pertamina untuk mengelola Blok Mahakam setelah 2017.

"Dari proposal itu, Pertamina menyatakan sanggup mengelola Mahakam," ujarnya.

Kesanggupan tersebut, menurut dia, tergambar dari sisi teknis dan keuangan pada proposal yang disampaikan Pertamina.

Ia menjelaskan pula bahwa Pertamina menyatakan kesiapan perusahaan untuk melanjutkan produksi Blok Mahakam dan akan menyiapkan pendanaannya.

"Dalam proposalnya, Pertamina akan melakukan kegiatan eksplorasi di Blok Mahakam untuk menambah cadangannya," ujarnya.

Pertamina, menurut dia, juga menyatakan akan mengajak seluruh pegawai Total setelah kontrak berakhir pada 2017.

Saat ini, menurut Widhyawan, pemerintah tengah mengkaji proposal Pertamina tentang pengelolaan Blok Mahakam.

"Namun, pemerintah keinginannya sudah jelas, memberikan ke Pertamina," katanya.

Pemerintah, ia menambahkan, tidak bisa mengabulkan permintaan Total untuk tetap menjadi operator pada masa transisi selama lima tahun pada periode 2017-2022.

Menurut dia, pemerintah akan memutuskan kelanjutan pengelolaan Mahakam ke Pertamina dalam waktu dekat.

"Mudah-mudahan Maret ini," katanya.

Pertamina akan mendapat kontrak Mahakam hingga 30 tahun, karena setelah 2017 statusnya sama dengan blok baru.

Widhyawan juga mengatakan bahwa pemerintah menyerahkan keputusan untuk mengajak kembali Total atau tidak kepada Pertamina.

"Hal ini mesti dibicarakan dengan Total dari sekarang," ujarnya.

Kalau mengikutsertakan Total kembali setelah 2017, Pertamina bisa memakai skema pertukaran dengan blok milik perusahaan asal Prancis tersebut di luar Indonesia.

Ia juga mengatakan, Total tetap harus mengeluarkan investasi sesuai komitmen sampai 2017.

"Mana boleh Total stop investasi. Dia sudah ada persyaratan sampai kontrak habis. Total juga merupakan reliable and prudent operator," ujarnya.

Pemerintah, ia menjelaskan, juga akan menjamin pengembalian seluruh investasi yang dikeluarkan Total.


Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2015