Bagdad (ANTARA News) - Sekitar 28.000 orang lari dari Tikrit ketika pasukan Irak memerangi ISIS lewat ofensif besar-besaran untuk merebut kembali kota itu, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa seperti dikutip AFP.

Keterlibatan milisi Syiah dalam gerakan itu menimbulkan kekhawatiran bakal terjadinya aksi balas dendam dan pembunuhan warga Arab Sunni.

"Gerakan tentara di dan di sekitar Tikrit mengakibatkan pengungsian sekitar 28.000 orang ke Samarra," kata PBB. "Laporan lapangan menunjukkan, pengungsian tambahan terjadi dan banyak lagi keluarga terjebak di pos pemeriksaan."

Warga Irak pengungsi baru itu bergabung dengan 2,5 juta orang lainnya yang sudah lebih dulu terpaksa meninggalkan rumah mereka di negara itu.

Sekitar 30.000 tentara Irak dan sekutunya melancarkan ofensif merebut kembali Tikrit pada Senin, yang terbesar dari jenisnya sejak ISIS menguasainya Juni tahun lalu.

Merebut kembali Tikrit, kota kelahiran mantan presiden Saddam Hussein, menimbulkan tantangan besar bagi pasukan negara itu.

"Kami mendesak seluruh pasukan Irak menghindari dan mencegah korban di kalangan penduduk sipil alam apa pun kegiatan yang melanggar nilai antarbangsa, memicu ketakutan aliran, dan meningkatkan perpecahan aliran, dan itu termasuk Iran dalam kegiatan mereka," kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry.

(B002/T008)


Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2015