Tomohon (ANTARA News) - Aktivitas vulkanik Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, kembali meningkat dengan sekitar 40 gempa vulkanik terjadi setiap hari.

"Frekuensi kegempaan vulkaniknya fluktuatif setiap enam jam. Ada kalanya 16 kali gempa atau 14 kali. Kalau ditotalkan dalam sehari di atas 40 kali gempa vulkanik dalam dan dangkal," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen, Farid Ruskanda Bina, Minggu.

Peningkatan aktivitas vulkanis Gunung Lokon sudah terjadi sejak Jumat (6/3).

Farid mengatakan aktivitas kegempaan kembali meningkat hingga di atas 10 kali dalam 24 jam dari ambang normal tiga sampai lima kali gempa per hari.

Meski demikian, menurut dia, sampai saat ini status Gunung Lokon masih siaga level III dengan radius bahaya sejauh 2,5 kilometer dari kawah.

"Informasi ini kami sudah sampaikan ke pemerintah kota, dan mudah-mudahan segera ditindakklanjuti sehingga warga diberikan pemahaman tidak melakukan aktivitas di radius bahaya, termasuk pendakian," ujarnya.

Dia mengatakan dengan frekuensi kegempaan yang fluktuatif seperti ini, kecil kemungkinan untuk menurunkan status ke level yang lebih aman.

"Intinya kami terus melakukan evaluasi terhadap kegempaan yang terjadi. Frekuensi kegempaan setiap enam jam kami sampaikan ke PVMBG Bandung. Mereka nantinya yang akan memutuskan apakah status Gunung Lokon layak diturunkankan atau tidak," ujarnya.

Setelah meletus September tahun lalu, beberapa kawah-kawah baru terbentuk di rekahan sepanjang 200 meter ke arah barat kawah utama Gunung Lokon.

Menurut Farid, pertengahan Februari lalu aktivitas vulkanik Gunung Lokon juga sempat meningkat namun frekuensi kegempaannya kemudian menurun setelah beberapa hari.

 

Pewarta: Karel A Polakitan
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2015