SHANGHAI, 12 Maret 2015 (Antara/PRNewswire) -- Sebuah film dokumenter yang dibiayai sendiri karya Chai Jing yang menceritakan polusi di negeri Tirai Bambu menyedot perhatian masyarakat dan media Tiongkok saat film tersebut diputar di Kongres Rakyat Nasional dan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok. Hanya dalam waktu 24 jam, film ini telah ditonton hingga lebih dari enam juta kali dan disukai oleh lebih dari 60 juta orang.

 

Apakah polusi itu sendiri? darimana asalnya? apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, film ini dengan gamblang mengungkapkan fakta-fakta seperti pada tanggal 25 Januari 2013 terdapat 25 provinsi yang dihuni oleh separuh total populasi Tiongkok telah tercemar polusi yang sangat parah. Meskipun dilaporkan kalau tingkat polusi sudah berkurang cukup signifikan pada 2014, namun tetap saja banyak kota-kota besar, khususnya kota-kota industri, yang diselimuti polusi akut. Film ini mengungkapkan total hari pencemaran polusi pada 2014 yang menjangkiti kota-kota besar di Tiongkok, yaitu: Beijing-175 hari, Tianjin-197 hari, Shen Yang-152 hari, Chengdu-125 hari, Lanzhou-112 hari, dan, terparah, Shi Jia Zhuang-264 hari.

 

Apakah polusi itu sebenarnya? apa dampak negatifnya terhadap tubuh manusia? Polusi mengandung sulfat, nitrat, garam amonium, zat-zat organik, mineral, dll, yang jika semua zat tersebut menyatu akan memicu reaksi kimia dan dapat menyebabkan efek negatif terhadap sistem pernafasan, sistem kardiovaskular, dan bahkan dapat menyebabkan kematian dini.

 

Di wilayah-wailayah yang tercemar polusi akut, banyak perokok negatif yang menderita kanker paru-paru. Bahkan, bayi yang baru lahir kerap terserang radang paru-paru karena sebab yang tak jelas. Dalam 30 tahun terakhir, tingkat kematian kanker paru-paru telah meroket tajam hingga 465%. Mantan Menteri Kesehatan Tiongkok, Chen Zhu Lan, menyatakan kalau tiap tahunnya, sekitar 500.000 orang meninggal lebih awal karena polusi.

 

Darimana asal polusi? Pembakaran batu bara, biomassa, aktivitas industri, pertanian, dan masih banyak lagi memicu polusi. Dan, faktanya, 60% dari berbagai aktivitas pembakaran lah pemicu utamanya – ironisnya kedua aktivitas tersebut lah yang paling banyak andil di dalam kehidupan manusia sehari-hari.

 

Apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi polusi? Kita harus membersihkan batu-bara terlebih dahulu sebelum diolah, mengendalikan emisi, menggunakan transportasi publik, hemat energi, dan masih banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk mengurangi pencemaran polusi. Menurut akademisi dari Akademi Enjiniring Tiongkok, Lu Yao Ru, tanaman dan air adalah dua hal yang paling mudah kita manfaatkan untuk mengurangi pencemaran polusi.

 

Asosiasi Lanskap Atap Internasional (IRLA) telah berkomitmen untuk membantu masyarakat Tiongkok "membersihkan" atmosfer dengan memperkenalkan taman atap dan taman vertikal ke banyak kota besar di Tiongkok.

 

IRLA akan bekerja sama dengan pihak penyelenggara event Hortiflorexpo IPM Shanghai ke-17, pameran perdagangan industri florikultura, hortikultura, dan pertamanan terbesar di Asia, untuk menggelar forum khusus pada 22-24 April 2015 di Shanghai New International Exhibition Center (INTEX Shanghai., Ltd.).

 

KONTAK:

Ms.Catherine Cui

+86-21-62958367

cuilin@intex-sh.com

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2015