Jakarta (ANTARA News) - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Provinsi DKI Jakarta menyatakan bulat mendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maju sebagai Ketum dalam Kongres Partai Demokrat yang akan diadakan di Surabaya pada 11-13 Mei 2015 mendatang.

Dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu malam, Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta H Nachrowi Ramli atau yang akrab di sapa "Bang Nara" menyatakan bahwa berdasarkan hasil diskusi bersama antara DPD dan enam DPC PD di wilayah DKI Jakarta, dicapai kata sepakat bahwa dalam kongres nanti akan bulat mendukung SBY maju menjadi ketua umum PD (2015-2020).

"Pada saat Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) November 2014 dan dipertegas lagi pada Rakerda DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Januari 2015, kami sudah memutuskan untuk mendukung dan meminta kesedian pak SBY Maju sebagai ketum," imbuh Bang Nara.

Alasan DPD PD DKI mengusung SBY sebagai ketum karena melihat bahwa SBY adalah figur pemersatu dalam partai.

Menurut Nara, prestasi SBY selama 10 tahun menjadi Presiden Republik Indonesia sangat cemerlang.

"Selama dipimpin SBY semua persolan yang mendera bangsa ini bisa diselesaikan dengan baik tanpa menciderai pihak lain. Ancaman dari luar untuk memecah belah juga bisa diatasi dengan baik," katanya.

SBY juga adalah pemimpin tangan dingin dengan visi kuat. Nah, visi kepemimpinan Pak SBY yang kuat tersebut jika digunakan dalam menahkodai Partai Demokrat, maka kami yakin nanti dalam Pilkada-Pilkada di daerah kami akan menjumpai banyak kemenangan, dan tentunya pula pada pemilu 2019 kita akan bersinar kembali.

Disamping itu, kata NARA, alasan lain mendukung SBY sebagai ketum oleh karena tindakan SBY yang dengan sukses dan brilian melakukan penyelamatan Partai lewat KLB bali.

Pada saat itu Partai Demokrat yang di prediksi oleh banyak pengamat akan terjun "bebas" pada pemilu 2014 ternyata masih bisa survive dan keluar dari badai.

Atas dasar itu semua maka pilihan dan sikap politik Partai Demokrat dalam mengusung Pak SBY sebagai Ketum adalah final dan tak bisa diganggu gugat, demikian Nachrowi Ramli.

Pewarta: Ruslan Burhani
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2015