Ramallah, Tepi Barat (ANtARa News) - Komite Pemilihan Umum Sentral Palestina (CEC) pada Minggu mengumumkan siap menyelenggarakan pemilihan presiden dan anggota parlemen di Wilayah Palestina.

CEC mengatakan komite itu siap menerima dekrit presiden yang menetapkan tanggal bagi penyelenggaraan pemilihan umum di Jalur Gaza, Tepi Barat Sungai Jordan dan Jerusalem Timur sejalan dengan peraturan dan hukum pemilihan umum Palestina.

"Komite tersebut menyelesaikan proses pendaftaran orang yang memiliki hak untuk memberi suara dan memiliki daftar 1.951.799 lelaki dan perempuan sebagai pemilih," kata CEC di dalam siaran pers kepada wartawan, sebagaimana dikutip Xinhua.

Daftar itu, katanya, berisi 78,6 persen dari seluruh warga di Wilayah Palestina yang memiliki hak untuk memberi suara. Catatan tersebut diubah dan diperbarui selama pekan pertama Maret, kata pernyataan itu.

"Perempuan yang memiliki hak untuk memberi suara dan sudah terdaftar berjumlah 951.652, sedang jumlah kaum lelaki adalah 1.147.000," kata komite tersebut.

Pemilihan presiden terakhir diselenggarakan pada 2005, saat Presiden Mahmoud Abbas meraih jabatannya, sedang pemilihan anggota parlemen terakhir digelar pada Januari 2006.

Pada Juni lalu, Pemerintah Persatuan Palestina dibentuk antara Partai Abbas, Fatah, dan Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) --yang menang dalam pemilihan partelemen terakhir pada 2006.

Kesepakatan yang dicapai antara kedua pihak yang bertikai itu ialah untuk membentuk pemerintah persatuan dan setelah enam bulan menyelenggarakan pemilihan presiden dan anggota Dewan Legislatif.

Namun, pertikaian mendalam antara kedua pihak menghambat proses penyelenggaraan pemilihan umum.
(Uu.C003)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2015