Jumat, 22 September 2017

Perjuangan tim voli transgender di "Iron Ladies Roar"

| 13.546 Views
Perjuangan tim voli transgender di
Potongan poster film "Iron Ladies Roar". Film Thailand itu akan tayang di Blitzmegaplex dan Platinum Cineplex mulai 29 April 2015. (Iron Ladies Roar)
Jakarta (ANTARA News) - Mui, Kan Tok, Noinhar, Nu, Man, Parn, Tom, Dao, Jung dan Chard adalah anggota tim voli Thailand yang terbentur berbagai kendala ketika ingin mengikuti kompetisi di daerahnya. 

Salah satu alasan besarnya adalah karena sebagian dari mereka lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). 

Dibantu oleh Coach Bee, Mui dan kawan-kawan akhirnya diperbolehkan mengikuti kompetisi dan mengalahkan atlet-atlet pria lawan mereka di tingkat daerah. 

Ketika harapan untuk menang di tingkat provinsi sudah terlihat, beragam masalah datang dan membuat kekompakan Iron Ladies mulai retak. Setiap anggota menghadapi konflik dalam kehidupan pribadinya. 

Tom, misalnya, harus bermain kucing-kucingan dengan ibunya agar jati dirinya sebagai gay tidak terungkap. 

Mui, sang pemimpin kelompok, harus menjaga kekompakan tim meski sedang patah hati karena cintanya pada Chard, pria normal yang memiliki kekasih seorang perempuan, tidak terbalas.

Satu persatu anggota mulai berhenti latihan dan kelompok itu terancam bubar.

Film besutan Poj Pasetha ini merupakan film lanjutan dari "The Iron Ladies" keluaran 2001, yang meraih sepuluh penghargaan di ajang festival film internasional seperti Toronto International Film Festival.

"Iron Ladies Roar" membawa bintang-bintang baru seperti Rattapoom Tokongsup, Parunyu Rojanawatuttham, Sudarat Budporm, Padung Songsang, Chaiwat Thongsaeng, dan Weeradit Srimalai.

Selain itu ada Wongsapat Tangniyom, Patdanai Satesuwan, Kittipat Samantrakulchai, Worachai Sirikongsuwan, Arussaman Jittasiri, Chonnikan Arnamwat, Pasakorn Sanrattana dan Surawit Ruangyod.

Para pria yang kebanyakan macho itu tampil kemayu dengan bantuan rambut palsu, dan dandanan tebal. Otot-otot kekar mereka melesak di dalam balutan busana perempuan serba ketat dan berukuran mini.

Sutradara memperlihatkan sosok LGBT lewat pendekatan hiperbolis dengan karakter-karakter berkepribadian nyentrik. 

Kan Tok digambarkan sebagai banci jahil yang gemar mengadu domba para penjual di pasar tempatnya bekerja sebagai pengantar sayur. 

Noinhar adalah banci mantan preman berpenampilan seram. Nu, yang berpenampilan seperti atlet binaraga, merupakan transgender paling genit di kelompok.

Kekuatan tokoh yang diperankan oleh Chaiwat Thongsaeng, perwakilan Thailand di ajang Mister International 2010, digambarkan sangat dahsyat, sampai-sampai loncatannya membuat ruangan bergetar hebat. 

"Iron Ladies Roar" tidak hanya menyajikan kelucuan lewat visual karakter-karakternya, tetapi juga lelucon kasar yang diperkuat dengan efek suara konyol. 

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga