Meulaboh (ANTARA News) - Sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Teuku Umaar (UTU) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, melakukan aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk muslim Rohingya.

"Aksi ini sudah dua hari, begitu kami dapat informasi bahwa mayoritas pengungsi yang terdampar ke Aceh itu adalah muslim, kami langsung tergerak. Selama mereka masih di Aceh kami akan terus melakukan penggalangan dana," kata koordinator aksi Ridhatul Akram di Meulaboh, Minggu.

Di sela-sela aksi Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UTU Meulaboh ini, dia menyampaikan, sebagai umat muslim harus memiliki sikap solidaritas yang tinggi apalagi kedatangan ratusan warga asing itu terdampar ke wilayah perairan laut Aceh itu ada kaitannya dengan konflik antar agama di negara asalnya.

Imigran muslim Myanmar dan Bangladesh yang terdampar ke Aceh yang saat ini berada di tempat penampungan sangat membutuhkan berbagai bantuan, tidak hanya logistik sembako namun juga pakaian jadi untuk digunakan.

Mahasiswa UTU Meulaboh ini tergerak hati melihat Pemerintah Aceh yang sedia menerima kehadiran manusia perahu itu. Aksi mereka juga diharapkan dapat diteladani oleh perguruan tinggi lain di daerah tersebut.

"Kami lihat pun dari kampus lain belum bergerak, padahal itu yang sedang kelaparan adalah manusia mayoritas beragama Islam. Harapan kami semoga apa yang kita lakukan dapat membantu dan jadi pembelajaran untuk kawan ataupun masyarakat," katanya.

Aksi penggalangan dana tersebut dilakukan di persimpangan Kisaran Meulaboh, mahasiswa membagi empat posisi berbeda dimulai sejak pukul 15-18.00 WIB, tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat pengguna jalan mahasiswa menyodorkan kardus bertuliskan "sumbangan untuk muslim Rohingya".

Mahasiswa UTU Meulaboh ini berencana mengunjungi langsung perkemahan pengungsi ataupun lokasi penampungan sementara para imigran dengan mengantarkan logistik serta pakaian bekas yang dikumpulkan dari masyarakat daerah itu.

"Sudah ada sekitar dua jutaan yang terkumpul belum terhitung hasil hari ini, rencana kami langsung membeli logistik mengantarkan kesana, kemudian juga ada pakaian bekas mungkin masih mereka butuhkan," katanya menambahkan.

Dalam sepekan terakhir sekitar 700 imigran Bangladesh dan etnis Rohingya Myanmar terus berdatangan ke provinsi ujung barat Indonesia itu, karena alasan terdampar sebelum sampai ke negara tujuan mencari pekerjaan. 

Pewarta: Anwar
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2015